Kosgoro 1957 Ajak Semua Ormas Edukasi Masyarakat Tentang Bahaya Covid-19

0
Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Kosgoro 1957 HR Agung Laksono (tengah) didampingi Plt Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Syamsul Bachri (kiri) dan Wakil Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Rene Manembu (kanan) saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/8/20). (Suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Kosgoro 1957, HR Agung Laksono menilai perlunya langkah-langkah dari semua pihak termasuk pemerintah, tokoh masyarakat dan ormas untuk tergerak untuk mengedukasi dan memperingatkan masyarakat mengenai bahaya pandemi Covid-19.

Meski begitu, Kosgoro 1957, kata Agung Laksono, mengapresiasi kinerja cepat pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta pasukan TNI/Polri dalam upaya pencegahan dan penanggulangan wabah yang sudah banyak menimbulkan korban jiwa di seluruh dunia ini.

“Capaian yang sudah baik ini tentunya harus diikuti oleh semua elemen bangsa untuk terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya pandemi Covid-19. Meskipun saat ini sudah ada relaksasi dan transisi PSBB. Tapi tetap saja keselamatan rakyat perlu dijaga,” kata Agung Laksono dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/8/20).

Dari data yang ada, Indonesia menempati negara tertinggi di Asia Tenggara yang jumlah masyarakatnya terkena wabah Covid-19, bahkan tingkat kematian atau case fatality akibat virus Corona (Covid-19) di Indonesia lebih tinggi ketimbang rata-rata dunia. Tingkat kematian Indonesia saat ini adalah 4,7 persen.

“Harus ada gagasan dan inisiatif-inisiatif dari tokoh masyarakat termasuk ormas-ormas skala nasional untuk menggerakan jajarannya hingga tingkat desa, termasuk Kosgoro 1957,” ujarnya.

Bahkan Agung Laksono meminta kepada kader Kosgoro 1957 di seluruh Indonesia mengedukasi masyarakat dan mengingatkan tentang perlunya adaptasi tatanan kehidupan baru (new normal).

“Semua pedoman pada protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan memperhatikan imunitas masing-masing harus terus dilakukan. Upaya mengedukasi masyarakat ini tidak hanya dilakukan gugus tugas dan instansi kesehatan lainnya, tapi juga ormas yang ada di Indonesia juga diharapkan bisa melakukan hal yang sama,” harapnya.

Sebagai bentuk kepedulian Kosgoro 1957 dalam rangka pencegahan wabah Covid-19, Kosgoro 1957 akan membagikan 200 ribu masker dan panduan protokol kesehatan.

“Kita tidak tahu kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Sebab, belum ada kata pasti. Hendaknya ormas-ormas seluruh Indonesia berskala nasional mengerahkan seluruh kadernya sampai tingkat desa untuk mendorong pembangunan perekonomian dan tetap menjalankan protokol kesehatan. Saya sesalkan masih ada yang sengaja memprovokasi bahwa Covid-19 ini adalah hal yang sepele,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, Syamsul Bachri akan mengerahkan seluruh jajarannya untuk memberikan edukasi dalam menjalankan tatanan kehidupan baru (new normal).

“Kami akan intensifkan jajaran Kosgoro 57 di pusat dan daerah beserta organisasi gerakan untuk mengedukasi dan menghimbau masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi ini,” ujarnya.

Syamsul Bachri menilai masih banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap kesehatan dan tidak menerapkan protokol kesehatan dengan benar di masa pandemi ini.

“Masih banyak masyarakat yang berkerumun seolah tidak ada apa-apa. Ini sangat berbahaya. Maka perlu kita sosialisasikan agar tingkat partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjalankan saran-saran tenaga kesehatan dan pemerintah pusat sampai daerah dilakukan dengan benar,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, masyarakat perlu diajak untuk mendukung usaha pemerintah dalam memutus rantai penyebaran wabah Covid-19. (Pramuji)