Kosgoro 1957 Akan Dongkrak Perolehan Kursi Golkar di DPRD DKI

0
Acara silaturahmi dan pembekalan caleg DPR dan DPRD Provinsi DKI Jakarta unsur Kosgoro 1957 di Jakarta, Minggu (30/9). Selain pengarahan dari Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 HR. Agung Laksono, pembekalan juga diisi sesi dialog dengan Kepala Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta Taufan, perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Guntur, dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Asraf Ali. Acara pembekalan ditutup oleh PLT Ketua Golkar Provinsi DKI Jakarta Rizal Malarangeng. (suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

JAKARTA (Suara Karya): Tekad bulat calon anggota legislatif (caleg) dari Kosgoro 1957, dalam memperkuat barisan Partai Golkar untuk memenangkan kursi di DPRD DKI Jakarta mengental setelah mendapat pembekalan dari HR Agung Laksono selaku Ketua Umum PPK Kosgoro 1957.

“Target kami cukup realistis, Kosgoro 1957 akan mendongkrak kursi Partai Golkar di DPRD DKI Jakarta menjadi 15-16 kursi dari sebelumnya 9 kursi,” kata Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 DKI Jakarta Slamet N Riyadi di Jakarta, Senin (1/10).

Dalam perhitungannya, Slamet mengemukakan angka itu diperoleh berdasarkan pemetaan yang dilakukan didukung potensi di lapangan secara rata-rata bisa diperoleh penambahan mencapai dua kursi.

“Kenapa begitu, kita juga melihat potensi caleg yang ada dari 10 dapil. Dari potensi-potensi yang ada, kemudian kita petakan, ada beberapa yang kemungkinannya besar untuk mendapatkan dua kursi dari satu dapil,” ujarnya.

Slamet mengatakan, caleg Partai Golkar dari Kosgoro 1957 akan berkerja dan akan berbuat lebih baik lagi ke depannya sehingga meningkat yang tercermin dari peroleh suara di legislatif.

Intinya, tidak terlalu pusing dengan apa yang sudah terjadi selamat ini terkait isu seperti kasus korupsi yang menerpa partai ini.

“Itu, akan kita jadikan sebagai pembelajaran buat kita semua, untuk kemudian ke depan kita berupaya untuk lebih bersih lagi dan berhati-hati terhadap aturan-aturan yang ada. Untuk itu, yang akan kita lakukan hanya satu, yakni bekerja, bekerja dan bekerja lebih baik, yang kita landasi dengan hati yang bersih, Insha Allah kita akan berhasil. Tetapi kalau kita bekerja sudah dalam pikiran yang kotor, pasti akan menghasilkan yang kotor pula,” katanya.

Karena itu, kader Kosgoro 1957 bertekad untuk bekerja di Dapil masing-masing, berbuat lebih baik, membangun komunikasi dengan masyarakat tanpa harus melakukan suap menyuap, membeli suara dan sebagainya. Sehingga nanti hasilnya memang benar-benar pilihan masyarakat tanpa harus membeli suara.

Terkait pembekalan terhadap caleg Partai Golkar ini dilakukan dalam acara silaturahmi para caleg DPR dan DPRD Provinsi DKI Jakarta. Total caleg Kosgoro 1957 sebanyak 40 orang, di antaranya untuk DPRD DKI Jakarta sebanyak 37 orang dan 3 orang caleg DPR.

“Tadi, semuanya berkumpul untuk mendapatkan pembekalan dari Pak Agung Laksono tadi menekankan bahwa pileg (pemilihan legislatif) kali ini bagaimana caranya semua kader Golkar, khususnya dari Kosgoro 1957 lebih konsentrasi pada pemenangan anggota legislatif,” ujarnya.

Diungkapkannya, apapun yang terjadi terhadap capres dan cawapres, kalau kita kuat di parlemen, kita akan diperhitungkan. Itu tujuannya, bagaimana supaya kursi Golkar di DPRD DKI ini, dari 9 kursi bisa bertambah 2 atau 3 kursi. atau setidaknya lebih dari jumlah anggota DPRD dari yang kemarin.

Dia mengatakan, selain Agung Laksono, pembekalan juga diberikan oleh Kesbangpol DKI, Taufan Bakrie yang memberikan pembekalan terkait situasi DKI Jakarta, khususnya menyangkut potensi-potensi suara nantinya. Misalnya terkait suku. Etnis Jawa, Sunda, dan Betawi, berapa jumlahnya.

“Itu tiga etnis terbesar yang ada di Jakarta. Selain itu, ada etnis lainnya yang tinggal di Jakarta, seperti Bugis dan lainnya. Sehingga kita bisa fokus mana yang bisa kita ambil, termasuk ada beberapa kerjasama program-program yang akan kita sinergikan, seperti program Kesbangpol, Pemda DKI dan Kosgoro,” jelas Slamet.

Slamet juga mengatakan bahwa pembekalan tersebut juga diberikan oleh Plt Ketua Golkar DKI, yang menekankan pada soliditas yang harus dibangun bersama agar lebih berperan ke depannya dalam meningkatkan suara Partai Golkar.

“Terakhir dan yang paling penting, dalam rangka mensukseskan tagline Golkar Bersih. Kami para caleg ini diberikan pembekalan materi dari Komisi Pemberantasan Korupsi, mulai dari pencegahan hingga hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh para caleg ini bilamana terpilih nantinya,” ujarnya.

Itu artinya, kalau nanti para caleg tersebut terpilih, setidaknya mereka sudah mengetahui rambu-rambu agar tagline golkar bersih ini dapat berjalan dengan baik. “Itu saya rasa sangat penting bagi Golkar, apalagi Golkar saat ini terus mengkampanyekan tagline Golkar Bersih sebagaimana disampaikan ketua umum. Artinya, secara dini, sejak awal kita diberitahukan cara-cara untuk menghindari terjadinya korupsi yang dilakukan para caleg bila terpilih nantinya,” kata Slamet. (Indra DH/Sugandi)