Kowani Gelar Temu Nasional 1000 Organisasi Perempuan di Yogya

0

JAKARTA (Suara Karya): Kongres Wanita Indonesia (Kowani) akan menggelar 2 event berskala besar pada 12-19 September 2018 di Yogyakarta. Selain temu nasional dengan 1000 organisasi perempuan, momen itu dimanfaatkan untuk pertemuan internasional, General Assembly International Council of Women (GA-ICW).

“Dua kegiatan itu diharapkan menjadi sejarah baru perjuangan perempuan Indonesia dalam pembangunan nasional,” kata Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/8).

Giwo mengemukakan, rencana kegiatan temu nasional dengan organisasi perempuan ternyata mendapat sambutan luar biasa. Hal itu terlihat dari jumlah peminat yang mencapai 1.500 orang.

“Karena tempatnya terbatas, kami membatasi undangan hanya untuk 1000 peserta. Itu artinya, 1 organisasi perempuan hanya boleh kirim 1 orang perwakilannya,” ujar Giwo yang juga aktif sebagai pengusaha itu.

Giwo berharap temu nasional di Yogyakarta akan mengulang keberhasilan Kongres Perempuan pertama pada 90 tahun lalu. Kongres itu melahirkan konsep Ibu Bangsa bagi semua perempuan Indonesia. Namun, kini konsep lebih mengedepankan kiprah perempuan dalam pembangunan nasional.

“Karena banyak kemajuan yang telah dicapai perempuan dalam pemberdayaan ekonomi, kesetaraan gender, politik, sosial dan budaya. Perempuan juga telah mahir berorganisasi dan menunjukkan jati diri, tanpa melupakan kodratnya sebagai Ibu Bangsa,” ucapnya.

Terkait perhelatan Sidang Umum (GA) ICW ke-35, Giwo menjelaskan, pihaknya sudah menerima konfirmasi kehadiran peserta dari 48 negara. Pertemuan bertema “Transforming Society Through Women Empowerment” itu rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

“Delegasi usai pertemuan akan berkunjung ke Borobudur dan sejumlah tempat lainnya seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mitra binaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kowani,” kata Giwo seraya menambahkan pertemuan berskala internasional dan nasional it7 terselenggara berkat dukungan dari 35 BUMN.

Ditanya soal pilihan kota Yogyakarta, Giwo mengatakan, hal itu bukan tanpa alasan. Sedianya para anggota ICW meminta agar acara digelar di Bali, namun menilik sejarahnya, akhirnya diputuskan kota Yogyakarta.

“Karena Kongres Perempuan pertama digelar di Yogyakarta. Kami ingin membawa semangat itu kembali,” ucap Giwo menandaskan. (Tri Wahyuni)