Kowani-PPI Komitmen Perangi Stunting

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo bersama Pita Putih Indonesia (PPI) berkomitmen memerangi stunting di Indonesia.

“Sebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia, Kowani telah mengemban amanah ibu bangsa dimana kewajiban utama perempuan Indonesia adalah untuk mempersiapkan penerus masa depan bangsa,” kata Giwo pada webinar ‘Percepatan Penurunan Stunting’, Kamis (14/7/2022).

Lebih lanjut Giwo mengatakan, menyiapkan generasi yang kreatif, inovatif, unggul, yang sehat jasmani dan rohani serta berkepribadian bangsa yang kuat dan nasionalis, merupakan tanggung jawab semua pihak.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam upaya mempersiapkan generasi bangsa yang unggul dan mampu mengikuti perkembangan dunia, Kowani bertanggung jawab memastikan bahwa perempuan Indonesia mampu meningkatkan kesehatan secara berkelanjutan sejak janin, balita hingga remaja.

Salah satu yang dilakukan melalui kolaborasi dengan Pita Putih Indonesia (PPI) yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang peduli pada peningkatan kesehatan ibu hamil, melahirkan, nifas dan kesehatan bayi serta anak.

Dikatakan Giwo, Kowani dan Pita Putih Indonesia beserta seluruh mitra kerja kami di tanah air merasa prihatin dengan tingginya angka Stunting di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting masih pada persentase 24,4% dimana angka ini masih berada di atas standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu 20%.

“Ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang jika dibiarkan, Indonesia akan kehilangan satu generasi produktif,” katanya.

Menurut Giwo, Presiden Joko Widodo pada tahun 2024 telah menetapkan target penurunan stunting menjadi 14%. Tentunya hal ini juga menjadi alasan terbentuknya kerja sama Kowani dan Pita Putih Indonesia yang tertuang dalam Nota kesepahaman kerja sama pada Oktober 2021 lalu tentang  gerakan ibu bangsa untuk percepatan penurunan stunting.

Untuk diketahui, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Salah satu pilar pada strategi nasional dan prioritas percepatan pencegahan stunting adalah kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku yang tentunya bukanlah hal mudah, membutuhkan dukungan, waktu serta pendanaan.

Oleh karena itu lanjut Giwo, perlu menggerakkan kolaborasi dari dunia usaha, peran dari CSR agar bisa disalurkan untuk mendorong percepatan penurunan stunting. Jika ormas bergerak, tanpa adaya dukungan sinergitas dari sektor non kesehatan di setiap jenjang dan seluruh stakeholder, maka tidak akan berjalan dengan baik.

Mengingat kerjasama Kowani dan Pita Putih Indonesia dalam kegiatan gerakan ibu bangsa untuk percepatan penurunan stunting tidak termasuk dalam pendanaan yang tertera dalam Perpres 72 tahun 2021 oleh karena itu mohon pencerahan dari Bapak Kepala BKKBN mengenai kebijakan pemerintah dalam penggunaan dana percepatan penurunan stunting.

Untuk dapatnya dukungan dari sektor non kesehatan pada acara webinar hari ini kerjasama Kowani dan Pita Putih Indonesia sengaja mengundang narasumber dari Dewan Pimpinan Rakyat dari Komisi IV, VI, IX dan Dunia Usaha demi tercapainya komitment para pembuat regulasi dan dunia usaha pada segi pendanaan.

Kowani dan Pita putih Indonesia memandang sangat perlu adanya keterlibatan pengusaha dan Kemitraan dalam percepatan penurunan stunting khususnya dalam gerakan ibu bangsa untuk percepatan penurunan stunting. Keterlibatan dunia usaha dalam upaya perbaikan gizi sebagai kegiatan yang saling melengkapi dan memaksimalkan antara kapasitas Kowani – Pita Putih Indonesia dengan pelaku dunia usaha dalam menyelesaikan permasalahan gizi.

“Permasalahan gizi tidak terlepas dari isu pangan, di mana dunia usaha memainkan peran krusial mulai dari proses produksi hingga distribusi,” katanya.

Oleh karena itu menjadi alasan penting untuk menggandeng dunia usaha dalam upaya edukasi konsumsi makanan yang tepat melalui gizi seimbang.

Besar harapan kami kiranya diskusi publik pagi ini dapat membuahkan hasil  dengan ditandai adanya ikatan kerjasama yang saling melengkapi dan memaksimalkan kapasitas antara Kowani-Pita Putih Indonesia dengan pelaku dunia usaha dalam menyelesaikan Permasalahan gizi dalam Percepatan Penurunan Stunting. (Bayu)