Kowani Sampaikan Duka Cita Mendalam Korban Tragedi Kanjuruhan

0
Vice President International Council of Women Giwo Rubiyanto Wiyogo

JAKARTA (Suara Karya): Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyampaikan duka cita mendalam kepada ratusan korban jiwa atas musibah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, tragedi yang terjadi dalam pertandingan sepak bola di Malang, Indonesia dengan 125 korban jiwa ini merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah tragedi di stadion Estadio Nacional, Peru pada 24 Mei 1964. Dalam tragedi yang terjadi saat pertandingan Peru versus Argentina, sebanyak 328 orang kehilangan nyawa dan 500 lainnya luka-luka.

“Jadi saya mengimbau kepada para pihak yang terkait dengan penyelenggaraan kompetisi persepakbolaan, untuk mengevaluasi kembali kegiatan-kegiatan yang melibatkan kerumunan massa dalam jumlah yang sangat besar,” kata Giwo di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Dia menegaskan, pertandiangan sepak bola adalah olahraga favorit yang mempunyai penggemar fanatik di Indonesia, baik dari sisi tim kesebelasan maupun tim nasional. Sudah tentu kondisi ini menjadikan sepak bola Indonesia mempunyai jumlah penonton yang paling banyak dalam setiap pertandingan, yakni hingga puluhan ribu supporter.

Oleh karenanya lanjut Giwo, prosedur dan protokol keamanan harus dipastikan berjalan dengan baik dan sempurna, sebelum memutuskan menggelar pertandingan akbar.

“Kepada Pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, Kowani juga mengimbau untuk terus mengedukasi masyarakat agar kejadian tragis ini tidak terulang lagi, katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, dalam tragedi tersebut Kowani berpendapat bahwa bukan pada tempatnya lagi saling menyalahkan antar satu pihak dengan pihak lain. Apalagi jika sikap saling menyalahkan tersebut memiliki potensi memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jangan memprovokasi, jangan pula mudah terprovokasi. Beri kesempatan aparat untuk melakukan proses penyelidikan hingga tuntas,” kata Giwo.

Menurutnya, Kowani sebagai Ibu Bangsa mempunyai tanggung jawab moral untuk melindungi anak-anak dari kegiatan yang berisiko dan berpotensi membahayakan jiwa. Termasuk dalam hal ini, mendatangi kerumunan massa dalam jumlah yang sangat besar seperti menonton pertandingan bola di lapangan.

“Hndaknya risiko-risiko tersebut sudah dimitigasi oleh para perempuan dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anak. Fanatik terhadap sepak bola tidak salah, tetapi membawa anak-anak menonton dalam kerumunan massa yang besar tentu juga berisiko sehingga sebaiknya dihindari,” katanya. (Bayu)