KPK: Ada Aset Ketua MPR Zulkifli Hasan yang Disamarkan

0

JAKARTA (Suara Karya): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Lampung, Zainudin Hasan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Saat ini, KPK terus menelusuri aset-aset milik Zainudin yang diduga hasil tindak pidana korupsi dengan mengatasnamakan pihak keluarganya, termasuk atas nama Ketua MPR, Zulkifli Hasan.

Zainudin Hasan (ZH) sendiri merupakan adik kandung dari Ketua MPR Zulkifli Hasan. KPK menduga Zainudin Hasan menyamarkan hasil tindak pidana korupsinya dengan mengatasnamakan ke pihak keluarga.

Demikian disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).

“Tentu kami telusuri aset-aset yang diduga dimiliki ZH ini apa saja, dan atas nama siapa saja, salah satunya atas nama keluarga,” kata Febri.

Dia mengatakan, ada salah satu aset yang disamarkan Zulkifli Hasan dengan mengatasnamakan anaknya. Namun, Febri masih enggan menyampaikan lebih detail siapa saja pihak keluarga yang digunakan namanya sebagai pemilik aset hasil tindak pidana korupsi.

“Ada tadi juga salah satunya atas nama anak, tapi saya belum dapat menyampaikan lebih rinci siapa saja yang digunakan namanya dalam aset tersebut,” katanya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Zainudin Hasan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). ‎Zainudin Hasan diduga telah menerima feedari sejumlah proyek sebesar Rp57 miliar.

Uang tersebut diterima Zainudin melalui aanggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha yang berasal dari sejumlah proyek pada Dinas PUPR. KPK menduga Zainudin melalu Agus Bhakti membelanjakan penerimaan dana-dana tersebut untuk membayar aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarga.

Atas perbuatannya, Zainudin disangkakan melanggar Pasal 3 UU 8/2018 tentang pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto ‎Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Gan)