KPK Dinilai Tak Serius Berantas Korupsi Proyek Infrastruktur

0
Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. (ist)

JAKARTA (Suara Karya): Operasi tangkap tangan (OTT) yang selama ini dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dinilai sangat efektif dalam upaya pemberantasan korupsi, ketimbang harus mencari dokumen.

Sayangnya, KPK dinilai kurang serius dalam menelusuri dugaan korupsi anggaran pembangunan infrastruktur. Seharusnya, KPK juga melakukan OTT terhadap pihak-ihak yang terlibat dalam proyek infrastruktur.

Pernyataan tersebut, dikemukakan Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, dalam diskusi ‘Topic of the Week bertajuk Infrastruktur Era Jokowi: Efektif, Salah Sasaran atau Koruptif?’, di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

“KPK perlu menelusuri dugaan korupsi pembangunan infrastruktur. KPK harus langsung melakukan penindakan melalui OTT. Kita ingin KPK lakukan OTT. Di mana? Anggaran infrastruktur ini kan di-list (daftar), dijual, ada fee-nya (imbalan). Ini yang dikejar,” katanya.

Dengan OTT, dia menambahkan, tak ada lagi perdebatan. “Kalau masuk lewat dokumen, timbul perdebatan di pengadilan. Dianggap pembangunan infrastruktur ini penugasan. Kebijakan tidak bisa dihukum,” ujar Uchok menambahkan.

Dia mengatakan, KPK tampaknya tak ingin mengganggu proyek infrastruktur. “Tapi mereka selalu menyindir-nyindir. Seperti kontrak BUMN (Badan Usaha Milik Negara) fiktif,” katanya lebih lanjut.

Namun demikian, dia meyakini bahwa KPK besar kemungkinan penyelidikan intensif dilakukan KPK, termasuk institusi penegak hukum lainnya, setelah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

“Kita lihat saja setelah Pilpres nanti, apakah dugaan korupsi infrastruktur jadi fokus KPK,” katanya. (Gan)