KPK Minta Masyarakat Tak Sungkan Laporkan Kasus Korupsi

0
Ketua KPK Agus Rahardjo

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah terjadinya korupsi, seperti menghindari pemberian gratifikasi dan suap kepada birokrat dan tidak sungkan untuk melaporkan jika ada dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan mereka.

“KPK akan terus mendorong pemerintah dan masyarakat untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan. Jangan sungkan melaporkan jika ada dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Agus, kepada wartawan, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia pun mengklaim, pencegahan korupsi di Indonesia semakin baik. Sempat menjadi yang terburuk di ASEAN pada 1998, kini pencegahan korupsi Indonesia berada di peringkat lima ASEAN.

“Sekarang di atas kita tinggal Singapura, Malaysia, Brunei, dan Timor Leste,” ucap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Jakarta, belum lama ini.

Pada tingkat ASEAN, pencegahan korupsi Indonesia terbaik setelah empat negara lain seperti Singapura, Malaysia, Brunei, dan Timor Leste.

Agus menjelaskan 4 negara tersebut wajar memiliki nilai pencegahan korupsi lebih baik dari Indonesia. Sebab populasi penduduk lebih sedikit.

Meski demikian Agus belum puas dengan pencapaian ini. KPK akan terus mendorong pemerintah dan masyarakat untuk cegah korupsi.

Masyarakat diminta berperan aktif cegah korupsi, seperti menghindari pemberian gratifikasi dan suap kepada birokrat. Mereka juga diminta tak sungkan melapor jika ada dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan mereka.

Dia juga menjelaskan, kasus suap dan gratifikasi masih menjadi yang terbesar dan terbanyak di Indonesia. “Kasus paling besar menimpa negeri ini adalah suap dan kedua pengadaan barang jasa pemerintah,” kata Agus.

KPK berharap DPRD dan pemerintah daerah bekerja menjadi garda terdepan melawan suap dan gratifikasi. (Gan)