KPK Pastikan Penanganan Kasus Korupsi di Papua Tak Berhenti

0
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Antara Foto)

JAKARTA (Suara Karya): Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, memastikan penanganan kasus-kasus korupsi di Papua tidak akan berhenti hanya meski ada dugaan penganiayaan yang dialami dua pegawai KPK beberapa waktu lalu.

“KPK memastikan akan terus mengusut dugaan korupsi di Papua, walaupun ada dugaan penganiayaan yang dialami dua pegawai KPK, kami tak akan menghentikan mengusut kasus korupsi di Papua. Saat ini kami sedang menangani sejumlah kasus korupsi di Papua dan Papua Barat. KPK memiliki kewajiban untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut,” ujarnya, kepada wartawan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/2/2019) malam.

KPK, kata dia, saat ini masih menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan pekerjaan peningkatan jalan Kemiri-Depapre, Jayapura pada APBDP Papua tahun anggaran 2015 yang menjerat Kadis PU Papua, Maikel Kambuaya dan bos PT Bentuni Energy Persada, David Manibui.

Menurut Febri, selain kasus tersebut, KPK juga tengah mencermati sejumlah dugaan korupsi terkait proyek dan anggaran di Papua.

Meski demikian, Febri masih enggan mengungkap secara rinci dugaan korupsi tersebut. Dia hanya berjanji akan menyampaikan mengenai dugaan korupsi tersebut setelah masuk tahap penyidikan.

“Nanti kami sampaikan kalau memang ada perkembangan sampai di tingkat penyidikan untuk perkara perkara di wilayah Papua. Karena itu hak publik untuk mengetahuinya,” kata Febri menambahkan.

Sebagaimana diberitakan media sebelumnya, dua pegawai KPK diduga mengalami penganiayaan di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (3/2) dinihari. Kedua pegawai lembaga antikorupsi itu, dianiaya saat sedang bertugas memeriksa informasi dari masyarakat mengenai dugaan terjadinya tindak pidana korupsi. Saat itu, di Hotel Borobudur tengah berlangsung rapat antara Pemprov Papua, DPRD Papua, dengan Kemdagri.

Meski telah menunjukkan identitas, kedua pegawai KPK tersebut tetap dianiaya sekelompok orang. Akibat penganiayaan ini, dua pegawai KPK mengalami luka parah, bahkan salah seorang diantaranya harus dirawat di rumah sakit dan dioperasi karena retak pada bagian hidung.

KPK telah melaporkan dugaan penganiayaan ini kepada Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian pun sudah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan sejak Senin (4/2/2019).

Terkait dugaan penganiayaan tersebut, pihak Pemerintah Provinsi Papua membantahnya. Hal itu disampaikan Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Gilbert Yakwar, dalam press release yang diterima wartawan, Senin (4/2/2019) malam.

Gilbert menjelaskan, terkait dengan isu penganiayaan kedua petugas tersebut sampai kepada tindakan operasi pada bagian hidung dan atau wajah, hal tersebut tidak benar. Sebab, menurut Gilbert, tidak ada penganiayaan sampai kepada kerusakan fisik pada bagian hidung dan atau wajah dimaksud.

“Yang terjadi adalah tindakan dorong mendorong karena perasaan emosional karena diduga akan melakukan penyuapan yang akan berakibat pada tindakan OTT dari KPK,” katanya. (Gan)