KPK Periksa Anggota Komisi XI DPR Terkait Dugaan Suap

0
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

JAKARTA (Suara Karya): Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa pihaknya akan memeriksa anggota Komisi XI DPR, Sukiman sebagai saksi untuk tersangka anggota Komisi XI DPR, Amin Santono terkait kasus dugaan suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Rancangan APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Demikian dikemukakan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/8).

Pihaknya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua pejabat kementerian terkait kasus tersebut.

Dua pejabat kementerian itu adalah Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran pada Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Bayu Teja Muliawan dan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Budiarso Teguh.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YP (Yaya Purnomo, pejabat nonaktif Kemenkeu),” ujar Febri.

Selain itu, KPK juga memanggil Direktur CV Palem Gunung Raya Arief Budiman sebagai saksi untuk tersangka Yaya Purnomo.

Pemeriksaan itu dilakukan, kata Febri, untuk menggali lebih jauh hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.

Dia menjelaskan, pembahasan usulan dana perimbangan pada dasarnya melibatkan proses interaksi antara instansi terkait di pemerintah pusat dan daerah. Hal itulah yang terus di dalami oleh KPK.

“Terkait proses penganggaran di DPR dan bagaimana hubungan kepentingan-kepentingan pihak instansi pusat di daerah juga penting bagi KPK. Kedua, sejauh mana pengetahuan mereka apakah ada aliran dana terkait proses penganggaran itu,” ujarnya menambahkan.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan anggota DPR Komisi XI Amin Santono dan pejabat nonaktif Kemenkeu Yaya Purnomo sebagai tersangka. KPK juga menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu Eka Kamaludin dan Ahmad Ghiast.

Eka diketahui merupakan pihak swasta yang berperan sebagai perantara. Adapun, Ahmad berstatus sebagai swasta atau kontraktor. Ahmad diduga sebagai pemberi uang. (Gan)