KPPB: Survei Elektabilitas Caleg Bentuk Penggiringan Opini Menyesatkan

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Koalisi Pengawas Pemilu Bersih (KPPB) Iman Zuliansyah mengimbau masyarakat untuk tidak cepat percaya terhadap hasil survei terhadap calon anggota legislatif, yang dikeluarkan oleh lembaga survei Charta Politika pada Senin (11/2/2019).

Survei tersebut dianggap sebagai bentuk penggiringan opini kepada masyarakat, dan tentunya untuk memenangkan caleg dari partai tertentu.

“Saya menduga survei dilakukan berdasarkan pesanan, dan untuk menaikan elektabilitas caleg tertentu dan menjatuhkan lawan-lawannya,” kata Iman di Jakarta, Selasa (12/2/2019)

Dikatakan Iman, lain halnya jika lembaga itu melakukan survei terhadap elektabilitas partai yang jangkauannya adalah nasional. “Kalu itu sah-sah saja, karena tidak ada tolok ukurnya. Tetapi kalau caleg ruang lingkupnya hanya regional, tentu ini merugikan,” katanya.

Menurutnya, jika survei dilakukan di luar KPU dan partai politik untuk caleg dengan daerah pemilihan (dapil) di masing-masing maka hasilnya kami anggap subjektif. Tetapi jika bicara partai secara nasional, itu baru bisa dikatakan objektif, tetapi itu juga tergantung opini masyarakat, karena disetiap provinsi berbeda.

Namun demikian kata Iman, jika berbicara caleg maka seseorang itu bisa lebih tinggi dari calon lainnya ini harus diklarifikasi validasi datanya.

Dicontohkannya, jika dia membayar lembaga survei, maka bisa saja diarahkan agar mereka mengambil sampling dari wilayah di mana Iman punya kekuatan dukungan (basis massa). Dengan demikian secara otomatis hasil survei itu menjadikan Iman sebagai caleg dengan elektabilitas tertinggi dibanding lainnya.

“Parahnya, hasil survei ini dipakai untuk menyudutkan calon tertentu sebagai penggiringan opini ke masyarakat. Ini semata-mata untuk menguatkan pendapat kalau hasil survei dan mengajak masyarakat untuk memilih calon yang dianggap mendapatkan suara terbanyak dalam survei,” katanya.

Ironisnya, hasil survei yang telah dirilis tersebut itu juga telah disodorkan timsukses caleg kepada Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di dapil mereka untuk menguatkan argumentasi.

“Pilihlah saya, karena hasil survei menunjukan pendukung saya lebih banyak dari calon lainnya. jadi saya bakalan melenggang ke DPR.” kata LSM tersebut menirukan ucapan salah satu rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Barat.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan hasil survei yang disebar dan sudah dirilis beberapa media online beberapa waktu lalu.

“Hasil survei setiap caleg ada di partai masing-masing dan KPU. Nah, kalau masyarakat mau percaya survei, tanyalah ke partai yang bersangkutan. Ini untuk menghindari penggiringan opini yang menguntungkan caleg tertentu, namun merugikan yang lain,” katanya. (Bobby MZ)