KPU: Bila Tak Lolos Tes Kesehatan, Capres-Cawapres Tak Layak Sebagai Balon

0
Komisioner KPU, Wahyu Setiawan

JAKARTA (Suara Karya): Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan status pemeriksaan kesehatan bakal capres-cawapres bersamaan dengan pengumuman verifikasi berkas yang diserahkan kedua pasangan pada saat pendaftaran Jumat lalu.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan, bila bakal capres/cawapres tidak memenuhi syarat (TMS) pada pemeriksaan kesehatan, maka dianggap tidak layak sebagai bakal calon.

“Jadi jika hasil pemeriksaan kesehatan mereka dinyatakan tidak lolos, maka bisa diganti yang lain. Artinya, kalau tes kesehatannya tak terpenuhi, ya dia tidak memenuhi syarat sebagai bakal calon,” ujar Wahyu, kepada wartawan, Minggu (12/8).

Namun demikian, Wahyu menbatakan, yang berhak menentukan lolos atau tidaknya pemeriksaan kesehatan bakal capres-cawapres adalah pihak pemeriksa, yaitu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Usai pemeriksaan kesehatan, IDI dan RSPAD akan menyampaikan hasilnya ke KPU. Selanjutnya, KPU akan mengumumkan hasil sekaligus menyatakan status pemeriksaan kesehatan itu ke publik.

“Jadi yang memeriksa memang IDI dan RSPAD, tapi yang berwenang mengumumkan hasilnya itu KPU, karena ini pekerjaan KPU,” ujarnya lebih lanjut.

Dia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan tidak berdiri sendiri, karena hal itu menjadi salah satu dari sekian banyak persyaratan.

Aturan mengenai penggantian pasangan bakal capres-cawapres yang tidak memenuhi syarat kesehatan, telah ditegaskan dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 22 Tahun 2018 pasal 24. (Gan)