KPU Coret OSO Dari Daftar Calon Tetap Caleg DPD

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal yang sama, juga dilakukan KPU terhadap calon anggota legislatif (caleg) DPD, Victor Juventus Gemay dari Dapil Papua Barat.

Demikian disampaikan Komisioner KPU, Ilham Saputra, kepada wartawan, di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/9). “Ya, (yang digugurkan) Juventus dari Papua Barat sama Pak OSO,” ujarnya.

Keduanya dicoret dari daftar calon tetap, lantaran masih tercatat sebagai anggota partai politik. Karena baik OSO maupun Victor tidak menyerahkan surat pengunduran diri dari partai politik.

Langkah itu dilakukan, karena KPU mengaku pada putuasan Mahkamah Konstitusi (MK), dimana disebutkan bahwa anggota DPD dilarang rangkap jabatan sebagai anggota partai politik.

Sementara terkait calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), KPU menetapkan 7.968 DCT untuk Pemilu 2019. Dari DCT itu, seluruh partai politik sudah mengganti caleg mantan koruptor yang sempat didaftarkan partai politik.

Berdasarkan Daftar Caleg Sementara (DCS) yang ditetapkan sebelumnya, ada lima parpol yang mengusung bakal caleg eks koruptor. Kelima parpol itu adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Bulan Bintang (PBB). Total ada 10 bakal caleg eks koruptor saat itu.

Namun, seluruh parpol memutuskan mengganti bakal caleg bermasalah itu meskipun Mahkamah Agung (MA) menyatakan caleg eks koruptor sebenarnya boleh diajukan menjelang penetapan KPU.

Secara rinci, berikut daftar nama bakal caleg eks koruptor beserta penggantinya, berdasarkan data KPU. Yakni PKB yang sebelumnya mengajukan empat bakal caleg eks koruptor. Keemat bakal caleg itu yakni: – Mustafa A. Glanggang (Aceh II) diganti Albert Soegeng – Abdul Gani AUP (Babel) diganti Mahfudz – Yansen (Kalbar II) diganti Zainudin – Rusdianto Emba (Sultra) diganti Muh. Parawansa.

PDI-P yang sebelumnya mengajukan satu bakal caleg eks koruptor yakni Maman Yudha di daerah pemilihan Jabar IX. Maman kemudian dicoret dari daftar. PDI-P tak mengajukan penggantinya lagi hingga KPU menetapkan DCT.

Kemudian, Partai Golkar yang diketahui sempat mengajukan dua bakal caleg eks koruptor yakni: – Drs. T. Muhammad Nurlif (Aceh II) diganti Ilham Pangestu – M. Iqbal Wibisono (Jateng V) diganti Achmad Prasetya Putra Syailendra.

Partai Hanura juga sempat mengajukan dua bakal caleg eks koruptor yakni: – Abdul Hafid Achmad (Kaltara) – Agus Supriyadi (Jabar XI) Keduanya kemudian dicoret Hanura dari daftar bakal caleg. Namun, Hanura tak mengajukan lagi penggantinya.

Dan PBB juga sempat mengusung caleg eks koruptor yakni Susno Duadji untuk daerah pemilihan Sumatera Selatan II. Susno diganti Taufikor Rahman. (Gan)