Kratingdaeng Peduli Covid-19 Donasi Paket Makanan ke Rumah Sakit

0

JAKARTA (Suara Karya): PT Asia Health Energi Beverages (PT AHEB), produsen Kratingdaeng di Indonesia memberi donasi berupa paket makanan dan minuman ke sejumlah rumah sakit yang menangani pasien corona virus disease (covid-19) di DKI Jakarta

“Donasi diberikan kepada tenaga medis agar mereka tetap semangat, berada di garda terdepan dalam penanganan covid-19 di rumah sakit di Jakarta,” kata Chief Marketing Officer PT AHEB, Davin Thomas dalam siaran pers, Selasa (26/5/2020).

Ditambahkan, upaya itu dilakukan dengan harapan makin banyak pasien positif covid-19 yang kembali sembuh. Dengan demikian, pandemi covid-19 di Tanah Air segera berakhir dan roda perekonomian di Indonesia akan kembali berputar.

“Ini merupakan doa yang kini dipanjatkan semua orang. Jangan sampai pandemi ini berkepanjangan, agar perekonomian Indonesia tak semakin terpuruk,” ucapnya.

Menurut Davin, bantuan diberikan berupa makanan dan minuman berenergi agar tenaga medis dan karyawan di rumah sakit dapat menjaga stamina tetap baik. Hal itu sangat penting untuk menolong pasien positif covid-19 yang saat ini sedang terbaring di rumah sakit,” tuturnya.

Disebutkan 10 rumah sakit di Jakarta yang mendapat bantuan adalah RS Cipto Mangunkusumo, RS Persahabatan, RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Wisma Atlet Kemayoran, RSUD Pasar Rebo, RSUD Pasar Minggu, RS Polri Sukanto Kramat Jati, RS Moch Thamrin, RS Fatmawati dan RS Hermina Daan mogot.

Koordinator Humas RSCM untuk Posko Bantuan dan Donasi, Yani usai serah terima bantuan pada akhir pekan lalu mengucapkan terima kasih atas donasi yang diberikan PT AHEB. Namun, ia menyebut bantuan yang utama adalah solidaritas dari semua pihak untuk bersama melawan pandemi.

“Bagaimana pandemi covid-19 bisa hilang dari Indonesia, jika masyarakat tidak taat aturan yang ditetapkan pemerintah untuk tinggal di rumah. Mengingat, ada puluhan pasien positif covid-19 yang dikirim ke RSCM setiap harinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, hal yang sangat dibutuhkan untuk tenaga medis saat ini adalah alat pelindung diri berupa masker kesehatan dan N-95. Karena dua alat jumlahnya terbatas, sedangkan kebutuhan terus meningkat setiap harinya.

“Makanan juga penting agar kami sehat selalu, tapi kami juga butuh masker untuk pelindung dari kemungkinan tertular dari pasien. Tak hanya tenaga medis tetapi juga tenaga nonmedis. Mereka juga harus terlindungi,” kata Yani menandaskan. (Tri Wahyuni)