Kualitas Kasur Buruk Bisa Sebabkan Cedera Tulang Belakang

0
Ilustrasi

JAKARTA (Suara Karya): Head of Marketing PT. Royal Abadi Sejahtera yang juga produsen kasur Tote Bed, Fajri mengimbau masyarakat untuk selektif dalam memilah kasur. Kualitas kasur yang buru, bisa menyebabkan posisi badan menjadi tidak nyaman saat tidur, dan bisa berdampak pada cedera tulang belakang.

Menurut Fajri, ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih kasur yang dapat mendukung kesehatan tulang belakang. di antaranya kasur tidak boleh terlalu keras dan terlalu empuk.

“Karena kalau terlalu keras dapat memberikan tekanan yang berlebih pada tulang belakang. Sebaliknya kasur yang terlalu empuk, dapat membuat tubuh terlalu “tenggelam” ke dalam kasur, sehingga ruas tulang belakang tidak mendapatkan topangan yang semestinya,” Fajri di Jakarta, Senin (24/10/2022).

Kriteria lainnya kasur juga harus menggunakan material yang baik, pegas penopangnya haruslah kokoh, material busanya harus memiliki tingkat kerapatan atau densitas yang tinggi, sehingga dapat dengan sempurna menopang tubuh.

Kasur Tote Bed sendiri selalu memperhatikan kualitas produknya, tidak hanya pada komponen bahan baku yang dipilih, melainkan juga mengutamakan layanan purna jualnya. Tote Bed bahkan berani memberikan garansi sampai dengan 15 tahun untuk kekokohan pegasnya.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam meyakinkan konsumen Tote Bed, bahwa kasur ini layak untuk dipilih,” kata Fajri.

Untuk diketahui, sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa kasur tidur Anda berkaitan erat dengan kualitas istirahat. Bila kasur terlalu empuk atau terlalu keras, bisa terjadi gangguan pada tulang belakang. Kasur yang tidak ramah untuk tulang belakang akan mengakibatkan tekanan yang menyebabkan bantalan atau ruas tulang mengalami degenerasi, yaitu proses tulang kehilangan kekuatan atau kepadatannya.

Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya penyempitan antar ruas tulang belakang yang bisa menekan saraf dan menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada saraf skiatika. Rasa nyerinya bisa menjalar sampai ke pinggul, bokong, tungkai, sampai ke jari kaki. Nyeri yang dirasakan berupa kram, nyeri panas, hingga sensasi seperti tersengat listrik ketika penyandangnya duduk terlalu lama, bersin, atau batuk. (Pramuji)