Kunjungi Ponpes Jamiatul Khoeriyah, Evi Fatimah Ajak Santri Jaga Keuntuhan NKRI

0

JAKARTA (Suara Karya): Anggota MPR RI, Evi Fatimah, mengajak masyatakat dan para santri untuk menjaga konsensus empat pilar guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan begitu, katanya, diharapkan bisa menambah semangat masyarakat untuk bersatu menuju ke arah lebih baik.

Dia mengatakan hal itu, saat sosialisasi empat pilar Pondok Pesantren Jamiatul Khoeriyah, Kelurahan Kidangranggah, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (2/2/2019).

Acara tersebut, dihadiri sejumlah tokoh masyarakat sekitar dan ulama serta Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang, KH Ahmad Ruhyat.

“Masyarakat mesti menyadari dan memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga konsensus empat pilar Ini penting untuk menjaga keutuhan NKRI. Melalui sosialisasi empat pilar, kita harapkan bisa menambah semangat masyarakat, khususnya Kecamatan Pangkalan, untuj bersatu bersama-sama menuju ke arah lebih baik,” ujarnya.

Evi menambahkan, sosilisasi empat pilar kebangsaan ini, merupakan program kerja MPR-RI yang bertujuan bersama rakyat menjaga keutuhan negara.

Menurut Dia, menjaga keutuhan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah dan wakil rakyat tetapi masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting untuk menjadi penggerak. Dalam sebuah Demokrasi, masyarakat bisa menjadi mesin penggerak mendorong pemerintah maupun wakil rakyat agar menyelesaikan apapun persoalan.

“Itu menjadi sebuah kewajiban kami selaku wakil rakyat untuk menyerap dan mengakomodir apa yang menjadi harapan masyarakat, ” kata wakil rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) itu.

Ditegaskan Evi, MPR hingga kini, terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Pentingnya sosialisasi empat pilar ini disebabkan ada gejala menurunnya pemahaman dan terkikisnya nilai-nilai kebangsaan di masyarakat.

“Urgensi pemahaman empat pilar MPR ini dikarenakan berbagai persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Mereka telah abai dan lalai dalam pengamalan empat pilar dalam kehidupan sehari-hari, ” kata legislator dapil Jabar VII tersebut.

Evi Fatimah menambahkan tanggungjawab pengamalan empat pilar adalah tanggungjawab bersama yang harus dijalankan bersama-sama dan digetok tularkan kepada keluarga dan lingkungan. “Empat pilar harus dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia dan menjadi panduan dalam kehidupan berpoolitik, menegakkan hukum, interaksi sosial kemasyarakatan dan lainnya, ” ujar anggota Komisi II DPR itu. (Gan)