Kuota CPNS di Kemristekdikti Prioritas untuk Dosen Kampus Baru

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendapat jatah 9.200 orang dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Kuota itu diprioritaskan untuk posisi dosen dan tenaga administrasi di kampus negeri baru.

“Kami sebenarnya minta jatah CPNS sebanyak 14 ribu orang, tapi yang disetujui hanya 9.200 orang,” kata Menristekdikti, Mohamad Nasir usai pelantikan pejabat rektor di Jakarta, Selasa (18/9).

Rektor yang dilantik adalah Sutarto Hadi sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Direktur Politeknik Pertanian Samarinda, Kalimantan Timur, Hamka.

Nasir menjelaskan, kuota 9.200 CPNS itu terbagi untuk formasi dosen sebanyak 8 ribu orang dan tenaga administrasi 1.200 orang. Kuota itu khusus untuk dosen dibawah Kemristekdikti, bukan dosen di bawah Kementerian Agama.

“Delapan ribu dosen baru itu nantinya akan disebar ke perguruan tinggi negeri (PTN) baru di seluruh Indonesia, yang masih minim tenaga pengajarnya. Tercatat ada 35 PTN baru yang sebagian besar berasal dari program pengalihan status kampus swasta,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Nasir mengingatkan kalangan perguruan tinggi untuk mulai mempersiapkan diri terkait adanya perubahan instrumen akreditasi perguruan tinggi. Dari sebelumnya berbasis input dan proses, diperluas lagi hingga memperhitungkan output dan outcome.

“Perubahan instrumen penilaian akreditasi oleg Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan diterapkan mulai tahun 2019,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Nasir, pimpinan perguruan tinggi harus mulai menata dan membuat target output dan outcome yang akan dicapai perguruan tingginya secara detil. Karena hal itu dapat meningkatkan nilai akreditasinya.

“Pimpinan perguruan tinggi harus mulai memetakan akreditasi program studi yang ada di kampusnya dari sekarang, berapa yang sudah akreditasi A, berapa yang masih B dan C. Lalu buat target pencapaian kenaikannya,” kata Nasir seraya berharap makin banyak kampus dapat akreditasi unggul untuk penilaian institusi.

Nasir menilai, penetapan target sangat penting untuk mengukur kinerja pimpinan perguruan tinggi. Misalkan, urusan publikasi internasional. Targetkan terjadi penambahan publikasi internasional hingga 2 kali lipat selama 1 tahun kedepan. (Tri Wahyuni)