Kurikulum Merdeka Beri Kebebasan Siswa Memilih Materi Pembelajaran

0

JAKARTA (Suara Karya): Implementasi Kurikulum Merdeka yang diterapkan untuk semua satuan pendidikan di Indonesia diharapkan menghasilkan SDM yang unggul dalam berbagai bidang di masa depan. Karena setiap siswa diberi kebebasan untuk memilih pembelajaran yang ingin diminati.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset.dan Teknologi (Kemdikbudristek), Wartanto dalam siaran pers, Selasa (9/8/22).

Menurut Wartanto, Kurikulum Merdeka membuat proses pembelajaran lebih maksimal, karena siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami ilmu dan memperkuat kompetensinya,” kata Wartanto dalam kunjungan kerja terkait Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan demikian, lanjut Wartanto, lulusan akan benar-benar menguasai apa yang mereka pelajari di sekolah. Sehingga mereka menjadi lebih kompeten di bidangnya.

Di sisi lain, guru juga lebih leluasa memilih metode dan perangkat ajar dalam proses belajar mengajar. Kurikulum Merdeka tak hanya memberi kebebasan kepada peserta didik, tetapi juga kepada gurunya.

Guna mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, pemerintah memberi fasilitas yang akan memudahkan sekolah dan guru. Fasilitas itu berupa bahan-bahan ajar yang bisa diakses melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang bisa diunduh di laman https://kurikulum.kemdikbud.go.id.

Wartanto menerangkan, penerapan Kurikulum Merdeka yang masih baru membuat sekolah atau guru belum terlalu akrab dalam penerapannya. Karena itu, satuan pendidikan dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan sarana prasarana sesuai kondisi sekolah.

“Jadi, tak perlu memaksakan diri dengan mengadakan sarana prasarana yang mengada-ngada. Itu jelas tidak benar,” ucap Wartanto menegaskan.

Sekolah belum wajib menerapkan implementasi Kurikulum Merdeka baik tahun ini maupun tahun depan. Penerapan Kurikulum Merdeka secara nasional pada 2024. Hal itu juga disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kemampuan gurunya.

Meski demikian, kebanyakan satuan pendidikan di Lombok Utara sudah siap menerapkan Kurikulum Merdeka. Salah satunya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Gondang yang dikunjungi jajaran Kemdikburistek.

Kepala SDN 05 Gondang, Tarmizi menyatakan, sekolahnya siap melaksanakan Kurikulum Merdeka. Karena itu, sejak awal pihaknya mendaftar untuk menjadi salah satu sekolah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka.

Tarmizi mengaku, sekolahnya menjadi salah satu dari 16 SD yang ikut implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah. Sebelum tahun ajaran baru, sekolahnya sudah mengikuti workshop pengenalan implementasi Kurikulum Merdeka yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Utara.

Diakui Tarmizi, sekolahnya selama ini sudah ada proyektor dari dana BOS yang belum digunakan secara maksimal. Penerapan Kurikulum Merdeka, keberadaan proyektor akan menjadi optimal.

“Tiap kelas kami pasang proyektor, terutama di kelas 1 dan 4 yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Kami juga memasang internet untuk memperlancar tugas guru,” ucapnya.

Kesiapan implementasi Kurikulum Merdeka juga disampaikan guru SDN 05 Gondang, Husnul Mariati. Setelah dipelajari, ternyata ada perbedaan sedikit antara K-13 dengan Kurikulum Merdeka.

“Kalau Kurikulum K-13 sesuai tema, sedangkan Kurikulum Merdeka tema disesuaikan dengan kondisi,” kata Husnul yang pada semester ini mengajar kelas 4. (Tri Wahyuni)