KY Imbau Publik Jaga Kewibawaan Peradilan dan Hormati Profesi Hakim

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Komisi Yudisial, Jaja Ahmad Jayus, mengimbau publik untik menjaga kewibawaan peradilan dan menghormati profesi hakim saat menyidangkan suatu perkara.

Himbauan tersebut, disampaikan Jaja menanggapi aksi penyerangan terhadap majelis hakim perkara Nomor: 223/Pdt.G/2018/PN Jkt.Pst yang dilakukan oknum advokat, di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Kamis (18/7/2019).

Aksi yang terekam CCTV tersebut, sempat viral di media sosial, sehingga Jaja langsung mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk melakukan klarifikasi atas peristiwa tersebut, Jumat (19/7/2019) lalu.

Peristiwa penyerangan itu, bermula ketika majelis hakim sedang membacakan putusan atas gugatan tersebut. Kemudian secara tiba-tiba oknum advokat menarik ikat pinggang yang digunakan untuk melakukan penyerangan.

Atas periatuwa tersebut, Komiai Yudisial menyesalkan terjadinya kekerasan terhadap hakim sebagai bentuk perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim, serta penghinaan terhadap lembaga peradilan (contempt of court).

“Karena itu, kamj mengimbau agar publik dapat menghormati lembaga peradilan agar marwah dan kewibawaan lembaga peradilan benar-benar terjaga dengan baik. Publik juga diminta untuk menghormati profesi hakim sekaligus putusan yang dibuat,” ujar Jaja, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/7/2019).

Menyrut dia, apabila terhadap sesuatu proses peradilan terdapat perbedaan pandangan, Jaja menyarankan publik gunakan langkah-langkah sesuai hukum.

“Begitu pula apabila menemukan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan hakim, tentunya KY menjadi tempat untuk melaporkan hakim yang bersangkutan,” katanya menambahkan. (Gan)