KY Loloskan 12 CHA Tahap Seleksi Kesehatan dan Kepribadian

0
Wakil Ketua Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari

JAKARTA (Suara Karya): Komisi Yudisial (KY) secara resmi mengumumkan kelulusan 12 calon hakim agung (CHA) dari 25 peserta seleksi kesehatan dan kepribadian. Penetapan kelulusan tersebut, ditetapkan dalam Rapat Pleno KY CHA Tahun 2018, hari ini.

“Selanjutnya, 12 CHA itu berhak mengikuti wawancara terbuka pada 3, 4, dan 7 Januari 2019 di Kantor KY.

CHA yang lulus seleksi kesehatan dan kepribadian tersebut, terdiri dari 9 orang dari jalur karier dan 3 orang dari jalur nonkarier,” ujar Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari, di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Sementara berdasarkan kategori jenis kelamin, sebanyak 11 orang calon merupakan laki-laki, dan hanya 1 orang perempuan yang lolos.

Mereka adalah Moh. Puguh Haryogi dari kamar Pidana; Ahmad Shalihin, Matheus Samiaji, Pahala Simanjuntak, Ridwan Mansyur, dan Suwidya Abdullah dari kamar Perdata.

Sementara dari kamar Agama, yaitu Cholidul Azhar, Imron Rosyadi, dan Insyafli. Untuk kamar Tata Usaha Negara adalah Sartono; dan kamar Militer adalah Kol. CHK (K) Tama Ulinta Br. Tarigan dan Kol. Tiarsen Buaton.

Dilihat dari profesi CHA yang lulus seleksi kesehatan dan kepribadian, 9 orang CHA berprofesi hakim, 1 orang CHA berprofesi akademisi, dan 2 orang CHA berprofesi lainnya.

Berdasarkan kategori pendidikan, sebanyak 6 orang CHA bergelar doktor dan 6 orang CHA lainnya bergelar magister.

Selanjutnya, 12 CHA itu berhak mengikuti wawancara terbuka pada 3, 4, dan 7 Januari 2019 di Kantor KY, Jakarta. Dalam wawancara ini CHA akan digali lebih mendalam mengenai visi, misi, dan komitmen, Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), filsafat hukum dan teori hukum, wawasan pengetahuan peradilan dan perkembangan hukum, serta penguasaan hukum materiil dan formil.

Sekadar informasi, seleksi CHA ini untuk mengisi 8 orang hakim agung dengan rincian: 1 orang untuk kamar Pidana, 1 orang untuk kamar Agama, 2 orang untuk kamar Militer, 3 orang untuk kamar Perdata, dan 1 orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak. (Gan)