Latih 1.168 Orang, KKP Siapkan SDM Terampil Sektor Perikanan Nasional

0
Ilustrasi - Petambak menunjukkan hasil udang dari tambak mereka. ANTARA/HO-KKP

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan sejumlah tema pelatihan dengan total peserta 1.168 orang dari berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, dalam rangka menyiapkan SDM terampil di sektor kelautan dan perikanan nasional.

“Sesuai dengan apa yang sudah dicanangkan Menteri Trenggono, kegiatan ini merupakan implementasi program peningkatan pertumbuhan ekonomi dari sektor perikanan melalui penguatan komoditas unggulan berorientasi pada ekspor yang merupakan hasil dari riset, serta program peningkatan produksi dan konsumsi ikan melalui pembangunan Kampung budi daya berbasis kearifan lokal,” kata Plt Kepala Badan Riset dan SDM KKP Kusdiantoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Ia memaparkan, pelatihan pada Agustus-September 2021 itu meliputi Pelatihan Kultur Probiotik yang diselenggarakan Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPPP) Bitung serta Pelatihan Pembuatan Onde-Onde Ikan dan Pelatihan Pembuatan Ikan Nila Saus Pasaman yang diselenggarakan oleh BPPP Medan.

Pihaknya pun berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola produk perikanan.

“Saya berharap adanya kegiatan ini, ke depannya para pelaku utama dan pelaku usaha dapat meningkatkan produk perikanan yang berimbas pada peningkatan perekonomian,” kata Kusdiantoro.

Difasilitasi oleh BPPP Bitung, kegiatan Pelatihan Kultur Probiotik ini diikuti 479 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Dalam pelatihan tersebut, peserta dilatih untuk mengelola kualitas air budi daya.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP, Lilly Aprilia Pregiwati mengatakan penggunaan probiotik memiliki sifat yang menguntungkan dalam usaha budidaya. Selain menguntungkan, probiotik juga memiliki banyak fungsi dalam budi daya ikan dan udang.

“Probiotik ini merupakan jasad renik yang sifatnya menguntungkan, bisa berupa jamur, actinomycetes, bakteri atau mikroalga. Selain itu dalam budi daya ikan dan udang, probiotik juga memiliki fungsi mengurai kandungan bahan organik dalam air, menghilangkan senyawa beracun, menghasilkan enzim dan nutrisi, pastinya juga dapat meningkatkan kekebalan ikan terhadap penyakit,” kata Lilly seperti dilansir antaranews.com.

Lebih lanjut, dia juga mengharapkan, dengan adanya pelatihan ini dapat mengurangi dan mengatasi permasalahan pada pengelolaan air bagi para pembudi daya ikan dan udang.

Sedangkan pelatihan Pembuatan Onde-Onde Ikan yang diikuti 319 peserta dari 33 provinsi itu bertujuan untuk mendukung program prioritas KKP dalam membangun kampung-kampung budi daya berbasis kearifan lokal, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung program Gemarikan.

Pihaknya berpesan kepada peserta pelatihan, bahwa terdapat dua hal yang perlu diperhatikan dalam membuat onde-onde.

“Kegiatan membuat onde-onde ikan ini ada dua hal yang perlu diperhatikan, pertama adalah rasa dan tekstur bagaimana hasilnya renyah dan tengahnya kopong terlebih campurannya ikan. Selain itu juga bagaimana agar tidak mengurangi rasa otentik onde-onde tetapi secara tidak sadar bahwa yang dimakan adalah onde-onde isi campuran ikan,” kata Lilly.

Terakhir, ada pula Pelatihan Pembuatan Nila Saus Pasaman yang juga difasilitasi oleh BPPP Medan. Kegiatan yang diikuti 370 peserta ini digelar pada Rabu, 1 September 2021, secara daring di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Family Pisces, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dilatih membuat ikan nila goreng yang disajikan dengan tambahan saus pasaman di atasnya. Saus Pasaman atau yang sering disebut dengan saus padang, merupakan saus dengan cita rasa pedas dan gurih yang nikmat untuk masakan berbahan seafood. (M Chandra)