Lawan Covid-19, Konsumsi Probiotik Tingkatkan Sistem Imun Tubuh

0

JAKARTA (Suara Karya): Rutin mengkonsumsi minuman tinggi probiotik ternyata dapat meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh. Kondisi yang sangat dibutuhkan seseorang agar tak mudah tertular penyakit di masa pandemi corona virus disease (covid-19) saat ini.

“Salah satu cara agar bisa hidup damai dengan virus, termasuk covid-19 adalah bagaimana membangun pertahanan dari dalam tubuh,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Subijanto Marto Sudarmo dalam diskusi daring bertajuk “Membangun Sistem Imun Tubuh dengan Probiotik untuk Melawan Virus dan Patogen lainnya” pada Jumat (15/5/20).

Subijanto yang juga pakar probiotik itu menyayangkan tenaga medis maupun orang yang suka memakai antibiotik untuk melawan virus. Karena penggunaan antibiotik yang berlebihan justru akan membunuh mikroba baik untuk kekebalan tubuh.

“Antibiotik dan obat-obatan lain yang berpengaruh terhadap microbiome harus digunakan seperlunya saja. Merawat mikroba jauh lebih bermanfaat dibanding menghancurkan mikroba jahat,” kata pria yang akrab dipanggil Subi itu.

Dijelaskan, manusia tak bisa hidup tanpa mikroba yang jumlahnya mencapai ribuan miliar dalam saluran cernanya. Jika bisa mempertahankan 80 persen mikroba baik dalam usus dan membiarkan 20 persen mikroba jahat, maka kita akan sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

“Kandungan probiotik bisa diperoleh dari makanan yang difermentasi. Jika produk tersebut dikonsumsi secara rutin dapat membangun sistem kekebalan dari dalam tubuh,” kata Subi menandaskan.

Salah satu produk probiotik yang mampu menjaga 80 persen mikroba baik dalam tubuh adalah PROEM•1 buatan PT Agro Mitra Alimentare (AMA). Dijelaskan Presdir PT AMA, Ge Recta Geson, konsentrat minuman sehat probiotik itu dapat meningkatkan produksi bakteri baik dalam saluran cerna yang nantinya akan meningkatkan kekebalan.

“Sistem imun mengendalikan semua mikroba dalam tubuh. Jika tidak ada mikroba yang dominan atau semua dalam kondisi yang wajar, maka penyakit yang disebabkan virus atau patogen lainnya tak akan muncul,” ucapnya.

Recta mengutip pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut, mungkin covid-19 tidak akan hilang dari bumi. Karena itu pentingnya penduduk hidup berdamai dengan virus tersebut, dengan cara memelihara sistem imun agar tak mudah tertular.

“PROEM•1 merupakan probiotik multi-strain yang hidup dan aktif. Probiotik yang beragam membentuk food cycle atau ekosistem kecil dalam produk, karena itu punya masa simpan yang panjang,” tutur Recta.

Ditambahkan, probiotik dalam PROEM•1 akan membentuk relasi simbiosis dengan mikroba alami termasuk virus yang ada dalam saluran cerna. Relasi itu kemudian membentuk ekosistem yang lebih besar yakni mikrobiota. “Boleh dibilang PROEM•1 ini adalah imunomodulator,” ucapnya.

Produk PROEM•1 telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM-RI). Sehingga masyarakat tak perlu khawatir saat mengkonsumsi. Produk dengan isi 500 ml itu dijual berkisar Rp350-400 ribu.

“Harga ini terbilang ekonomis. Konsumsi PROEM•1 sebanyak tiga kali sehari hanya diawal untuk membangun daya tahan tubuh. Untuk memelihara daya tahan tubuh, cukup konsumsi 1 kali sehari,” ujarnya.

Ditanya apakah PROEM•1 dapat digunakan untuk mengobati covid-19, kedua narasumber sepakat bilang belum tahu apakah memiliki kemampuan untuk itu. Masih dibutuhkan rangkaian uji klinis untuk bisa dibilang sebagai obat.

“Namun yang pasti adalah PROEM•1 mampu meningkatkan daya tahan tubuh, yang berguna untuk menangkal virus dan patogen lainnya. Produk ini lebih ke pencegahan,” ucap Recta seraya menegaskan kalo PT AMA adalah murni Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan bukan Penanaman Modal Asing (PMA). (Tri Wahyuni)