Layanan PAUD dan Posyandu di Desa Sukosari Meningkat Berkat ‘Sipadu’

0

JAKARTA (Suara Karya): Kesuksesan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di desa tak lepas dari peran pemerintah daerah setempat. Desa Sukosari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur berinovasi lewat Program Sinergisitas PAUD dan Posyandu (Sipadu) untuk penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan secara bersamaan.

Seperti dikemukakan Kepala Desa Sukosari, Nggoro dalam Seminar Nasional untuk Kepala Desa bertajuk ‘Menuju Pendidikan Desa Berkualitas – Melalui Penyelenggaraan PAUD di Desa’ secara daring, Kamis (24/2/22), Sipadu dibuat lantaran rendahnya kunjungan anak ke pos pelayanan terpadu (Posyandu), karena waktu pelaksanaan bersamaan dengan aktivitas PAUD.

“Lalu terpikir untuk membentuk Sipadu, dengan konsep kolaborasi antara pengelola PAUD dan Posyandu yang dipandu tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat,” ujar Nggoro.

Lewat Sipadu, pemangku kepentingan ingin memberi pelayanan pendidikan dan kesehatan secara prima, mandiri, dan ceria. Pihak pemerintah desa juga mengajak bidan desa dan Kepala PAUD Kenari untuk membuat jadwal yang sama dengan pelaksanaan Posyandu.

Menurut Nggoro, lewat Sipadu, tidak hanya anak yang dapat pelayanan, tetapi juga orangtua atau pendamping anak yang difasilitasi dalam satu Komunitas Perempuan Lincah Aktif Kreatif (Koplak).

“Koplak memberi berbagai keterampilan kepada orangtua atau pendamping sambil menunggu anaknya belajar. Mereka diajarkan membuat bunga dari bahan stoking, bros dan aksesoris, tutup gelas, menghias toples, dan sebagainya. Hasilnya dijual untuk peningkatan ekonomi keluarga,” kata Nggoro.

Melalui Program Sipadu, para kader Posyandu dan guru PAUD juga memberi penyuluhan kesehatan kepada orangtua dengan pola ceria, serta berbagi ilmu dan pengalaman baru dalam PAUD.

Dengan demikian, ada tiga hal yang bisa dilakukan dalam waktu bersamaan yaitu kegiatan Posyandu, PAUD di luar kelas, serta pelatihan keterampilan bagi orang tua atau pendamping anak.

Banyak perkembangan yang terjadi setelah dilakukan program Sipadu di Desa Sukosari. Bunda PAUD Desa Sukosari, Rohmini menyampaikan, dampak positif yang dirasakan seperti tingginya kehadiran ibu dan balita ke Posyandu, serta program kegiatan dinas kesehatan dan Puskesmas lebih optimal.

“Kualitas dan kuantitas tingkat kesehatan dan pendidikan pun meningkat; begitu pun kapasitas pengetahuan orang tua terhadap kesehatan, pendidikan dan keterampilan. Selain terjadinya peningkatan anggaran dari APBDesa untuk lebih mendukung kegiatan di Posyandu,” katanya.

Program Sipadu berjalan atas peran dari berbagai pihak seperti kepala desa dan perangkatnya, masyarakat, tim penggerak PKK, bidan desa, guru PAUD, dan kader Posyandu. “Semoga Sipadu bisa terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi desa lain,” ucap Nggoro.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri menyampaikan, untuk melihat kualitas PAUD, ada 4 elemen penting yang saling berhubungan yaitu kualitas proses pembelajaran, kemitraan dengan orang tua, dukungan pemenuhan layanan esensial anak usia dini di luar pendidikan, serta kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya. (Tri Wahyuni)