Lebaran 2018, BPBD Imbau Wisatawan Pantai Selatan Waspadai Palung 

0
Gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Ist)

BANTUL (Suara Karya): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan setempat untuk mewaspadai adanya palung agar tidak terseret arus laut.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Sabtu (16/6), mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi ombak pantai selatan saat ini masih relatif aman, cuma tipikal pantai selatan terdapat banyak palung atau jurang laut.

“Palungnya itu berpindah pindah, kadang-kadang palung dari barat ke timur, sehingga ini yang perlu diantisipasi terkait dengan palungnya, supaya pelancong yang berwisata ke pantai selatan tidak jadi korban,” katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, dari instansinya melalui anggota Tim SAR pantai selatan akan menyiapkan beberapa rambu-rambu tanda bahaya baik yang terpasang secara permanen maupun pindah-pindah sesuai dengan keberadaan palung di sepanjang pantai.

“Sepanjang pantai mulai Pantai Baru sampai ke Pantai Parangtritis kita siapkan beberapa rambu baik itu dari papan maupun bendera-bendera yang ada tulisan dilarang bermain air di sekitar palung,” katanya.

Dwi menjelaskan, beberapa rambu-rambu tanda bahaya atau larangan mandi atau bermain air di sekitar palung juga sudah terpasang, akan tetapi juga petugas keamanan laut juga akan selalu mengingatkan kepada wisatawan agar berhati-hati.

“Karena kalau sudah bermain air pantai itu lupa, kadang pergeseran orang bermain di pantai tidak disadari, sambil bermain, bersendau-gurau, lama lama mendekat ke palung dan ini yang perlu disadari wisatawan,” katanya.

Ia mengatakan, keberadaan palung dan jumlahnya setiap musim termasuk libur Lebaran ini tidak bisa diprediksi, karena munculnya berpindah-pindah, hanya saja teman-teman keamanan laut atau SAR termasuk relawan selalu siap menyampaikan peringatan.

“Kalau palung tidak bisa kita prediksi, namun yang paling penting antisipasi teman-teman sudah siap, tapi harapan kita wisatawan juga mematuhi anjuran dan larangan yang disampaikan petugas di lapangan,” katanya. (Singgih)