Lewat BK di Tangerang, Atlet Woodball Perebutkan Tiket ke PON XX

0
Ketua Umum PB IWbA Purwadi Mukson, (baju hitam pakai topi) seusai membuka Babak Kualifikasi Cabang Woodball menuju PON XX Papua. (suarakarya.co.id/warso)

JAKARTA (Suara Karya) : Ketua Umum Pengurus Besar Indonesia Woodball Asosiasi (PB IWbA) Purwadi Mukson bersyukur semua atlet yang tampil di Babak Kualifikasi (BK) PON XX memiliki semangat juang untuk lolos menuju Papua tahun 2020.

“Melalui Kualifikasi yang digelar 4-7 Juli 2019 di Tangerang Selatan, para atlet memperebutkan jatah tampil di PON XX yang akan dilaksanakan di Papua tahun 2020. Dari situlah semua atlet yang datang dari 13 Provinsi bersaing ketat agar mampu meraih tiket tampil di multi event empat tahunan nasional,”jelas Purwadi seusai membuka ajang Kualifikasi PON XX di Lapangan Puspitek Tangerang, Banten, Sabtu (6/7/2019).

Purwadi menegaskan, dalam PON XX cabang woodball mendapat kuota 50 atlet putra dan putri. Jatah tersebut yang kini diperebutkan 131 atlet yang tampil di 10 nomor dalam babak penyisihan yang digelar di Tangerang Selatan.

Ia mengakui, cabang woodball baru pertama kali dipertandingkan di PON XX
tahun 2020. Dari sinilah semua atlet yang tampil ingin menoreh sejarah bagi daerahnya dan diperhelatan kejuaraan nasional.

Meski ia mensyukuri atlet Woodball Indonesia sudah menorehkan prestasi di tingkat internasional, bahkan dunia. Salah satunya atlet asal Banten, Ahris Sumanto mencatat prestasi gemilang menduduki peringkat pertama dunia.

Menurut Wakil Ketua I PB IWbA Suhendar Wijaya, Ahris juga turut membela tim Banten di Babak Kualifikasi. Tampilnya atlet internasional Al, ia optimis pertandingan berjalan ketat dan enak ditonton.

Bahkan ajang kualifikasi di Banten dapat dijadikan contoh saat PON XX digelar di Papua, baik dalam segi tempat pertandingan maupun panitia penyelenggara. Dengan lapangan berstandar nasional hasilnya dapat ditingkatkan lagi menuju jenjang internasional.

Suhendar yang juga Ketua Panpel Babak Kualifikasi PON XX mengatakan, sebagai tuan rumah PON, Papua langsung mendapat jatah atletnya lolos tanpa ikut babak kualifikasi. Namum, lapangan yang akan dijadikan tempat pertandingan di Papua akan dipantau oleh PB IWbA dalam waktu dekat ini

“Minimal lapangan Woodball di Papua yang akan digunakan untuk pertandingan di PON XX sudah memiliki standar nasional. Lapangan yang ada tinggal dipoles lagi dalam waktu dekat mencapai internasional. Dengan harapan, atlet yang tampil sudah terbiasa menggunakan lapangan internasional,”tambahnya. (Warso)