Lewat Olahraga Pemuda Salurkan Kreatifitas

0
Deputi II Bidang Pemberdayaan Pemuda Asrorun Ni'am, seusai memimpin upacara hari Sumpah Pemuda. (Suarakarya.co.id/istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Berbagai langkah yang dilakukan para pemuda dalam mengharumkan nama bangsa dan negara. Seperti halnya dalam dunia olahraga tim sepakbola U-19 mampu melangkah ke babak perempat final piala AFC.

“Kami berharap dengan semangat menyalahkan para pemain nasional bisa menapakkan kaki kesemifinal nantinya saat tampil di U-19,” tegas Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni’am seusai memimpin Upacara Bendera peringatan Hari Sumpah pemuda (HSP) 2018 di Kemenpora, Minggu (28/10/2018).

Selain itu Ni’am mengharamkan ditengah mengisi kreatifitas sebagai pemuda harus menomor satukan persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan begitu, persatuan Indonesia tetap utuh tanpa membedakan suku, ras dan golongan.

Dalam upacara yang dihadiri para pemuda dari berbagai daerah terpancar semangat menyala. Apalagi para pemuda berprestasi itu mendapat penghargaan atas karyanya.

Ada 36 pemuda dari berbagai daerah di tanah air yang diberikan penghargaan oleh Kemenpora secara simbolik dan diserahkan langsung oleh Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh didampingi Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah.

Mereka dinilai telah menginspirasi dan terus bangkitkan semangat bangun satukan Indonesia. Ada Pemuda Pelopor bidang pendidikan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan pariwisata, pangan, inovasi teknologi, agama, sosial, dan budaya. Bagi penggiat wirausaha muda, ada bidang pangan dan kuliner, perdagangan dan jasa, industri kreatif, serta para penggeraknya.

Selain para pemuda diatas yang melalui seleksi ketat dari masing-masing daerah, juga diberikan anugerah penghargaan kepada pemuda berprestasi tingkat internasional serta pemuda difabel berprestasi.

Disamping upacara, Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan apresiasi atas berbagai prestasi yang ditorehkan oleh anak-anak muda kreatif, inovatif, dengan aspek kepemimpinannya, aspek kepeloporannya, aspek kewirausahaannya, dan juga aspek kesukarelawanannya, dengan mekanisme seleksi secara berjenjang dari daerah kemudian dari provinsi, sampai ke pusat.

“Mutiara-mutiara terpendam itu kita gali, dan kemudian kita berikan apresiasi serta kita kabarkan agar itu menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia,” kata Deputi Asrorun lagi. (Warso)