Lewat Pemetaan Digital, UP Edukasi Warga Daerah Rawan Bencana di Bogor

0

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Pertamina menggelar sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat di Desa Ciasmara, Kabupaten Bogor. Wilayah tersebut, menurut riset pemetaan digital menggunakan Sistem Informasi Geografi tergolong rawan terhadap longsor.

“Desa Ciasmara ada di lereng, yang struktur tanahnya terdiri dari material hasil pelapukan produk vulkanik. Jika terjadi curah hujan tinggi, daerah itu rentan terhadap longsor,” kata Ketua Tim Dosen Teknik Geologi Universitas Pertamina, Misbahudin dalam siaran pers, Sabtu (18/9/21).

Edukasi tersebut menjadi penting, karena Badan Meteorologi Klimatologi dan Geosifika (BMKG) pada awal September 2021 lalu memperkirakan akan terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di 27 provinsi di Indonesia. Cuaca ekstrem tersebut, berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Data serupa disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga akhir Agustus 2021 ada sekitar 1.805 kejadian bencana di Indonesia. Bencana tersebut didominasi oleh hidrometeorologi.

Untuk memperkuat penjelasan ke masyarakat, Tim Dosen UP memaparkan analisis studio berupa pemetaan digital kerentanan longsoran. Dalam metode ini, dipilih beberapa peta tematik seperti peta geologi, kemiringan lereng, curah hujan, aspek lereng dan tata guna lahan untuk dianalisis.

“Hasil pemetaan menyimpulkan wilayah titu sangat rentan mengalami bencana tanah longsor,” ucap Misbah menegaskan.

Selain memberi edukasi, tim juga mengajak perangkat desa untuk terlibat didalamnya. Dalam kegiatan diskusi interaktif antara tim, perangkat desa dan warga, diperoleh rencana pengembangan kegiatan berupa langkah preventif penanggulangan bencana dan rencana kajian potensi bencana jenis lain seperti gempa bumi.

“Kegiatan yang dilaksanakan mulai September hingga Desember 2021 itu disambut antusiasme masyarakat dan perangkat Desa Ciasmara,” ujarnya.

Dalam melakukan riset dan sosialisasi, Tim juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina. Salah seorang mahasiswa Dimas Wijaya menuturkan, keikutsertaan dirinya dalam proyek pengabdian kepada masyarakat ini telah membantu memahami permasalahan riil di lapangan.

“Jadi mahasiswa tak hanya paham teori, tetapi juga praktik di lapangannya. Mata kuliah seperti Geologi Teknik, Geologi Fisik, Mitigasi Bencana Geologi dan Geologi Infrastruktur Energi sangat membantu dalam analisa data,” katanya.

Ditambahkan, kegiatan belajar berbasis proyek semacam itu membuatnya lebih siap saat bersaing di bursa kerja nantinya. (Tri Wahyuni)