Lewat PPOB Atlet DKI Bidik Prestasi PON dan Internasional

0
Peraih 100 m gawang putri, Emilia Nova lakukan test fisik dibawah PPOB (Suarakarya.co.id/istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Tanpa basa-basi peraih medali perak nomor 100 m gawang Asian Games di Jakarta 2018, Emilia Nova menyambut baik dengan adanya Program Pembinaan Olahraga Berkelanjutan (PPOB) DKI Jakarta.

“Melalui program PPOB dapat dipadukan dengan pembinaan yang sudah menjadi agendanya menuju POM Asean di Myanmar Desember 2018,” tegas Emilia Nova seusai mengikuti test fisik yang digelar PPOB di lapangan atletik UNJ Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Emilia yang akrab dipanggil Emil mengatakan, dengan adanya PPOB melakukan test fisik dapat dijadikan sebagai refresing kumpul bersama dengan rekan-rekan sesama atlet dari cabang lain.

Karena dalam test fisik, atlet dari berbagai cabang yang tercatat dalam Pelatda DKI Jakarta melakukan test fisik. Dengan begitu selain bisa bertemu dan mampu memonitor diri sendiri sampai seberapa jauh melakukan latihan di Pelatda menuju PON XX di Papua tahun 2020.

Namun sebelum tampil di PON XX atlet Pelatda DKI bisa mengukur hasil latihannya saat tampil di event nasional maupun regional seperti di POM Asean di Myanmar nantinya di tahun 2018. Selanjutnya bisa lagi turun di SEA Games di Filipina tahun 2019.

Bahkan bila diijinkan PB PASI bisa tampil di kejuaraan Asia maupun dunia di tahun 2019 sebagai ajang kualifikasi menuju Olimpiade di Tokyo tahun 2020.

Melalui berbagai event yang akan diikutinya, sudah jelas Program PPOB sangat mendukung dan berperanan. Dengan harapan, bisa mengukur hasil latihan dalam test fisik seperti yang digelar di Lapangan atletik UNJ.

Mahasiswa UNJ semester akhir ini mengaku sangat antusias mengikuti test fisik yang digelar PPOB. Dengan harapan, prestasi yang diukir di Asian Games di Jakarta bisa diperbaiki lagi khususnya di nomor lari 100 m gawang putri.

Saat turun di Asian Games di Jakarta ia mampu mencatat waktu 13,33 detik meraih medali perak. Sedang medali emas saat itu dipegang atlet Korsel, Hye Lim Jung dengan waktu 13,20 detik. Perunggu diambil atlet Hongkong Lai Yui Lui dengan waktu 13,42 detik.

“Dengan selisih waktu yang ketat antara peraih medali emas, perak dan perunggu, sudah seharusnya saya melakukan latihan konsisten. Dengan harapan bisa memperbaiki catatan waktu yang dimiliki dan tidak tertinggal oleh pelari yang lain saat tampil di Asian Games,” jelas Mahasiswi UNJ jurusan kepelatihan itu. (Warso)