Lewat Program PINTAR Penggerak, TF Gelar Pelatihan bagi Guru dan Kepsek

0

JAKARTA (Suara Karya): Sejak 2021, Tanoto Foundation (TF) lewat Program PINTAR Penggerak menggelar pelatihan bagi guru dan kepala sekolah, guna meningkatkan kapabilitas mereka agar selaras dengan perkembangan zaman.

Program tersebut saat ini dijalankan di 4 kabupaten, yakni Kampar (Riau), Muaro Jambi (Jambi), Tegal (Jawa Tengah), dan Kutai Barat (Kalimantan Timur).

Pelatihan menitikberatkan pada praktik baik untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam literasi, numerasi dan sains di 263 SD dan SMP di 4 kabupaten/kota tersebut.

“Peningkatan kualitas tenaga pendidik atau guru merupakan salah satu cara paling efektif untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia,” kata Dewan Pembina TF, Belinda Tanoto dalam acara
Tanoto Facilitators Gathering (TFG) 2022 secara daring, Senin (4/7/22).

Pelatihan yang dikembangkan TF selaras dengan program yang dikembangkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. Katanya, kunci utama transformasi sistem pendidikan di Indonesia adalah kemauan pendidik untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

“Kami punya Tanoto Facilitators Gathering (TFG) yang akan membantu para guru dan kepala sekolah mitra untuk mengembangkan diri,” tutur Belinda.

Bahkan, TF sejak 2018 mendukung program pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan melalui Program PINTAR atau Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran.

Menurut Belinda, hasil evaluasi terhadap program PINTAR menunjukkan pencapaian siswa di sekolah mitra cenderung stabil, meski 2 tahun tidak ada pembelajaran tatap muka.

“Hal itu sangat dimungkinkan, karena guru menerapkan cara-cara baru atau melakukan inovasi dalam pembelajaran untuk mencegah ‘learning loss’ selama pandemi,” ucap Belinda.

Masih dalam rangkaian TFG 2022, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbudristek, Iwan Syahril sebelumnya sempat berkunjung ke sekolah mitra TF, yaitu SMPN 3 Tapung, Kampar, Riau.

Dalam dialog dengan para guru, Iwan menekankan tentang fokus pendidikan pada murid. Karena itu, guru harus selalu melakukan inovasi dan menambah pengalaman untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi murid.

“Artinya, guru harus bisa memahami karakteristik masing-masing anak didiknya. Setiap anak itu unik, maka guru harus terus belajar, mencari ide untuk memecahkan masalah-masalah yang ditemukan di kelas,” kata peraih gelar Ph.D bidang Pendidikan dari Michigan State University, Amerika Serikat itu.

Menurut akademisi dan praktisi pendidikan Prof Anita Lie, nilai-nilai dari Ki Hadjar Dewantara merupakan sumber inspirasi dari konsep Merdeka Belajar.
“Merdeka Belajar bukan hanya program, tapi sebuah gerakan yang akan menjadi fondasi pendidikan di Indonesia,” ucap Guru Besar Universitas Widya Mandala tersebut.

Prof Anita mengatakan, konsep itu sejalan dengan prinsip Ki Hadjar Dewantara, pendidikan yang berpusat pada siswa.

Hadir dalam TFG 2022, diantaranya Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditono; Guru Besar Universitas Terbuka (UT) Prof Tian Belawati; Psikolog Alexander Sriewijono; dan Komika Sakdiyah Ma’ruf.

Melalui Program PINTAR, TF melatih dan mendampingi kepala sekolah, guru, dan komite sekolah pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan dosen LPTK di 25 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.

Program tersebut telah memberi manfaat bagi lebih dari 200 ribu siswa. (Tri Wahyuni)