Lewat Silat Kontingen Indonesia Berjaya

0
Sekjen PB IPSI, Erizal Chaniago optimis silat terus berjaya di Asian Games. (Ist)

JAKARTA (Suara Karya): Masih teringat jelas dibenak masyarakat di Tanah Air khususnya dan Asia Umumnya kontingen Indonesia menempati peringkat empat dengan mengumpulkan 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu. Pemasok medali emas terbesar di Asian Games 18 tahun 2018 diberikan cabang pencak silat dengan 14 medali emas dan 1 perunggu.

Para pesilat yang meyumbang medali emas adalah Puspa Arum Sari, Yola Primadona & Hendy, (Nunu Nugraha, Asep Wildan Sani, Anggi Faisol Mubarok), Aji Bangkit Pamungkas, Komang Harik Adiputra, Iqbal Chandra, Sarah Tria Monita, Abdul Malik, Sugianto, (Sidan Wilantari & Ni Made Dwiyanti), (Pramudita, Lutfi, Gina), Pipit Kamelia, Hanifan Yudani dan Wewey Wita. Adapun satu lagi pesilat yang nyumbang perunggu adalah Rusdana Amri.

Sumbangan 14 medali emas dan 1 perunggu dari cabang pencak silat itu cukup spektakuler mengangkat peringkat kontingen Indonesia menduduki empat besar Asia. Hal itu patut disyukuri dan diberikan acungan jempol, meski sempat terjadi pro dan kontra.

Pasalnya cabang pencak silat merupakan cabang yang dilahirkan di Indonesia. Bahkan identik dengan budaya khas ilmu beladiri Indonesia. Hal itu pula yang membuat para tokoh olahraga Nasional memberikan penilaian pro dan kontra.

Padahal bila disimak dari faktor pembinaan pro dan kontra itu tidak perlu terjadi. Karena untuk mendapatkan prestasi maksimal pesilat nasional melakukan pembinaan atlet berjenjang dalam waktu cukup panjang.

Dengan begitu sudah layak bila pesilat nasional melakukan persiapan cukup panjang dan menghasilkan prestasi maksimal di Asian Games 18, bukan merupakan hasil rekayasa atau menghalalkan segala cara untuk merebut medali emas baik di nomor tanding maupun tunggal, ganda dan regu (TGR).

“Para atlet silat yang terjaring masuk Pelatnas melewati seleksi cukup ketat dari berbagai hasil event baik melalui Kejurnas, PON maupun POMNAS dan POM ASEAN,” tegas Sekjen PB IPSI Erizal Chaniago di Jakarta, kemarin.

Selain seleksi atau penyaringan cukup ketat, atlet yang ditempa di Pelatnas melakukan penempaan cukup panjang. Bahkan dikirim melakukan try-out ke Thailand, Vietnam dan Malaysia. Begitu juga melakukan penempaan cukup intensif di Jakarta, Puncak Jabar dan Solo.

Hal itu yang menunjukkan ke Kalayak ramai bahwa pesilat Indonesia benar-benar melakukan persiapan dan latihan cukup panjang menuju Asian Games 18 di Jakarta tahun 2018. Selain itu katanya, wasit dan hakim yang memimpin pertandingan juga datang dari luar negeri, selain dimonitor melalui video.

“Bila ada peserta yang protes dan mengira wasit hakim memimpin kurang fair-play maka hasil pertandingan bisa diulang lagi dimonitor lewat video. Dengan begitu wasit dan hakim sulit melakukan kecurangan. Penilaian seperti itu terus digalakkan Persilat agar tidak ada rekayasa atau kecurangan dalam setiap pertandingan silat,” tegas Erizal Chaniago yang juga calon anggota legislativ Partai Gerindra Dapil Sumbar 2 itu.

Erizal Chaniago yang akrab dipanggil Ichal bersyukur cabang pencak silat memberikan sumbangan medali cukup besar bagi kontingen Asian Games 18 di Jakarta. Melalui cabang silat pula posisi Indonesia tetap bertahan di peringkat empat dalam klasemen terakhir dengan mengumpulkan 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 perunggu dibawah China, Jepang dan Korsel. (Warso)