Lewat Teladan, Tanoto Foundation Kembali Beri Dana Hibah Penelitian

0

JAKARTA (Suara Karya): Tanoto Foundation kembali menggelar Program Teladan Collaborative Research Initiative, yang akan memberi dana hibah penelitian kepada mahasiswa S-3, peneliti di perguruan tinggi dan akademisi.

“Program tersebut kami laksanakan bersama dengan Pusat Riset Pendidikan, Badan Inovasi dan Riset Nasional (BRIN),” kata Head of Leadership Development and Scholarship Tanoto Foundation, Aryanti Savitri dalam siaran pers, Kamis (8/9/22).

Dijelaskan, dana bantuan diberikan kepada peneliti di perguruan tinggi dan akademisi yang sedang melakukan riset produk, pemantapan pemikiran terkini, serta rekomendasi kebijakan terkait ekosistem pendidikan tinggi dan pengembangan talenta di Indonesia.

“Untuk ikut program Teladan, calon peserta cukup mengirimkan proposal penelitian. Proposal yang terpilih akan mendapat dana hibah penelitian,” ujarnya.

Aryanti menambahkan, Teladan adalah singkatan dari Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan. Program tersebut merupakan inisiatif Tanoto Foundation dalam membangun talenta unggul dan pemimpin masa depan.

“Lewat kerja sama riset ini, kami ingin berkontribusi dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi, sehingga melahirkan talenta dan pemimpin masa depan Indonesia,” katanya.

Disebutkan 4 topik yang bisa dipilih peserta untuk pembuatan proposalnya, yaitu kebijakan pendidikan tinggi dalam mengembangkan talenta dan pemimpin masa depan; peran pendidikan tinggi dalam mengembangkan pendidikan karakter, gender, inklusif, masyarakat, dan inovasi sosial dalam pendidikan dengan lensa budaya.

Selain itu perlunya penguatan konektivitas antara pendidikan tinggi dan industri dalam mengembangkan talenta dan pemimpin masa depan; serta model dan grand design ekosistem, kurikulum, pembelajaran, dan evaluasi pada pendidikan tinggi untuk mengembangkan talenta dan pemimpin masa depan.

Kepala Pusat Riset Pendidikan BRIN, Dr. Trina Fizanty menyambut baik program Teladan. Pihaknya menyiapkan tim peneliti yang akan menjadi juri sesuai dengan kepakarannya. Sehingga hasil penelitian bisa dipublikasikan untuk memperkuat dunia penelitian pendidikan di Indonesia. (Tri Wahyuni)