Literasi Digital Kini Sasar ASN di Lingkungan Kemkes

0

JAKARTA (Suara Karya): Literasi digital di sektor pemerintahan yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) kini menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemkes).

“Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman literasi digital secara kognitif dan praktis bagi ASN di Indonesia,” kata Direktur Pemberdayaan Informatika kemkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto dalam acara yang digelar hybrid, pekan lalu.

Literasi digital, menurut Bonifasius menjadi penting bagi ASN agar mereka dapat beradaptasi dengan baik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital saat ini.

“Peningkatan pemahaman literasi digital bagi ASN merupakan salah satu target nasional Kemkominfo menuju transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.

Hal itu merujuk hasil Survei Indeks Literasi Digital Nasional oleh Kemkominfo dan Kata data Insight Center pada 2021. Disebutkan, kapasitas masyarakat Indonesia perihal literasi digital memiliki skor 3.49 dari 5.00. Itu artinya, Indonesia masuk kategori sedang.

Bonifasius menyebut, tantangan di era digital saat ini adalah bagaimana membangun pola kerja dan pola pikir ASN yang komprehensif, integral, holistik dan sistemik melalui penguasaan teknologi. Namun, tetap mengedepankan integritas yang tinggi, profesional dan melayani.

Kegiatan dibuka Sekretaris Jenderal Kemkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha. Ia menyampaikan, Kemkes memiliki strategi untuk transformasi digital kesehatan yang diproyeksikan pada 2021-2024. Sehingga tercipta layanan kesehatan yang optimal berdasarkan teknologi.

“Transformasi digital yang dilakukan Kementerian kesehatan tentunya membutuhkan ASN dengan kemampuan literasi digital yang mumpuni. ASN diharapkan paham akan 4 pilar literasi digital,” ujarnya.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kemkes,Trisa Wahyuni Putri dalam sambutan menyampaikan harapannya terkait kolaborasi saat ini. Sehingga terjadi peningkatan kompetensi dan pemahaman SDM kesehatan menuju transformasi digital.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi transformasi digital di lingkungan Kemkes oleh Chief DTO Kenkes, Setiaji. Banyak pekerjaan yang akan dilakukan terkait pengembangan digital di sektor kesehatan saat ini dan di masa depan.

Kegiatan literasi digital sektor pemerintahan untuk ASN Kemkes menargetkan total peserta 21.000 orang dari seluruh batch. Kegiatan berlangsung selama lima hari.

Peserta kegiatan menerima materi tentang 4pilar literasi digital, yaitu etika digital, budaya digital, keamanan digital, dan kecakapan digital yang disampaikan narasumber yang kredibel di bidangnya.

Kegiatan literasi digital sektor pemerintahan yang diinisiasi Kemkominfo menargetkan akan menjangkau 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024. (Tri Wahyuni)