Lokasi Pergerakan Tanah di Banjarnegara Terus Dipantau

0
Kegiatan tim gabungan di Desa Kebutuhjurang (Foto: Humas BPBD Banjarnegara)

BANJARNEGARA (Suara Karya): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah hingga hari ini masih terus memantau lokasi longsor dan pergerakan tanah di Desa Kebutuhjurang menyusul masih tingginya curah hujan di wilayah setempat.

“Giat kami hari ini adalah melanjutkan pemantauan pergerakan tanah di Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan yang terjadi sekitar satu pekan lalu,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, Arief Rahman di Banjarnegara, Kamis.

Dia menambahkan pemantauan masih harus terus dilakukan guna memastikan bahwa situasi terus aman bagi masyarakat di wilayah setempat.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan kerja bakti pembongkaran rumah warga yang terdampak bencana longsor dan pergerakan tanah.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk menentukan titik pembongkaran rumah,” katanya.

Pihaknya, tambah dia, juga terus melakukan optimalisasi petugas dan relawan di posko pemantauan.

Dia mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan bidan desa dan Puskesmas Pagedongan guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pasalnya, curah hujan di wilayah setempat masih cukup tinggi yang dikhawatirkan bisa memicu longsor dan pergerakan tanah susulan.

Dia menjelaskan berdasarkan laporan BMKG diketahui bahwa curah hujan di wilayah setempat cenderung menurun namun potensi cuaca ekstrem masih tetap ada.

“Untuk itu kami terus menerus mengimbau kepada seluruh masyarakat Banjarnegara untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem masih tetap tinggi dan kejadian tanah longsor bisa terjadi kapan saja,” katanya.

BPBD Banjarnegara, kata dia, mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui ada potensi longsor atau ada kejadian longsor atau potensi bencana lainnya yang ada di wilayah masing-masing.

Dia menambahkan posko BPBD akan terus buka selama 24 jam selama siaga darurat guna melayani masyarakat yang ada di wilayah setempat. (Budiono Tejaumbaran)