Lukisan Digital 2 Saintis Indonesia Dipamerkan di Markas Besar Unesco

0

JAKARTA (Suara Karya): Karya lukis dua saintis Indonesia menjadi bagian dalam pameran Creative Resillience, Art by Women in Science, di markas besar Unesco di Prancis.

Kedua saintis itu adalah Saskia Purbojo, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang saat ini menempuh Pendidikan magister Lunds Tekniska Hogskola dan Ratih Oktri Nanda, asisten peneliti dalam pengobatan tropis dan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Duta Besar atau Wakil Delegasi Tetap Indonesia untuk UNESCO, Ismunandar dalam siaran pers, Minggu (24/10/21) mengungkapkan, kedua karya digital itu akan dipamerkan Bersama 98 karya lainnya mulai 28 Oktober hingga 1 Desember 2021.

Kedua karya tersebut dapat dinikmati secara daring melalui laman https://www.creativeresilience-unesco.org/. Karya digital itu juga akan dipamerkan di Dubai World Expo 2022, yang bertema ‘Connecting Minds, Creating the Future’.

Ismunandar mengemukakan, saintis wanita saat ini kurang terlihat dibanding para saintis pria. Karena faktanya, jumlah saintis laki-laki di dunia jumlahnya dua kali lebih banyak dari saintis wanita.

“Melalui pameran Creative Resillience, Art by Women in Science ini, Unesco berupaya memberi wadah agar suara dan visibilitas saintis wanita terdengar dan terlihat,” ujarnya.

Ditambahkan, para wanita yang berkarir di bidang Sains Teknologi, Engineering, dan Matematik (STEM) memiliki sisi unik dalam perspektif ilmiah, perjalanan pribadi, kreasi dan ketahanan mereka selama pandemi.

Saskia Purbojo, saat awal pandemi Covid-19 bekerja di laboratorium untuk melakukan ekstraksi SARS-CoV-2. Karya Saskia berjudul “Beyond VTM” adalah lukisan digital yang menunjukkan botol Viral Transport Media (VTM) untuk pengambilan sampel swab yang dilakukan petugas kesehatan atau laboratorium.

Lingkungan dalam botol mengungkapkan harapan dan visi Saskia setelah pandemi dan bagaimana dunia dapat diubah dengan sumber energi terbarukan dan sistem transportasi yang ramah lingkungan. Karya Saskia menjadi pengingat bahwa ada dunia yang lebih baik menunggu setelah pandemi.

Ratih Oktri Nanda, selain menjadi asisten peneliti, dia juga adalah seorang ilustrator otodidak. Ilustrasi digital karya Ratih berjudul Safe terinspirasi oleh Sarah Gilbert, salah satu peneliti utama yang mengerjakan vaksin Covid-19.

Ratih menciptakan karya seni ini sebagai penghormatan kepada semua peneliti, ilmuwan, dan pekerja laboratorium di seluruh dunia yang telah bekerja di belakang layar untuk mengembangkan vaksin. Para peneliti dan ilmuwan itu telah bekerja untuk membuat seluruh dunia merasa aman kembali, dan berpelukan serta mengakhiri jarak fisik.

Pameran menampilkan seratus buah karya 54 saintis yang berasal dari 31 negara, antara lain Argentina, Pulau Dominika, Kongo, Ekuador, Prancis, Indonesia, Italia, Jepang, Moldova, Norwegia, Pakistan, Turki, Inggris dan Amerika Serikat. (Tri Wahyuni)