LX International Gandeng Kampus Indonesia Siapkan Jutaan Talenta Digital

0

JAKARTA (Suara Karya): LX International (dulu dikenal sebagai LG International) kembali berkolaborasi dengan 6 perguruan tinggi untuk mempersiapkan jutaan talenta digital di Indonesia. Kerja sama itu diadakan di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS Surabaya).

Perwakilan pimpinan LX International, Shin Myung Jae dalam siaran pers, Sabtu (13/8/22) menyatakan terima kasih kepada perguruan tinggi mitra untuk bergabung dalam ‘LearningX Academic Alliance’. Kedepan, pihaknya akan menggandeng 5-6 perguruan tinggi lagi untuk kegiatan serupa.

“Kerja sama ini diharapkan jadi pembuka jalan bagi LX International dan perguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan digital di Indonesia,” tuturnya.

Enam perguruan tinggi vokasi itu, yaitu Politeknik PENS Surabaya, Sekolah Vokasi UGM, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Bali, Sekolah Vokasi UNS Surakarta, dan Politeknik Negeri Semarang.

Hal senada dikemukakan ‘Academic Advisor’ LX International, Wikan Sakarinto. Kerja sama itu sekaligus mendukung misi Indonesia dan arahan Presiden Joko Widodo dalam percepatan penciptaan talenta digital di Indonesia.

“Laporan Sea e-Economy 2021 menyebut Indonesia butuh sekitar 17 juta SDM yang kompeten dalam teknologi digital,” tuturnya.

Ditambahkan, LX International tengah mengembangkan implementasi platform digital yaitu ‘LearningX’ yang akan diterapkan lingkungan internal perguruan tinggi dan lingkungan eskternal yang meliputi siswa SMK, SMA, SMP dan mahasiswa.

“Sebelumnya, LearningX telah menjaring banyak MoU dengan SMK di Indonesia. Bahkan program tersebut telah diujicobakan di masing-masing SMK dalam satu tahun terakhir ini,” ujarnya.

Pengembangan LearningX, menurut Wikan relevan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, serta Link and Match 8+i untuk mencapai indikator kinerja utama perguruan tinggi.

Keselarasan Link&Match akan dicapai lewat kurikulum yang telah disusun berdasarkan standar international pendidikan talenta digital. Kebetulan, kurikulum itu mengacu pada sistem pendidikan talenta digital di Korea Selatan yang sukses menghasilkan banyak SDM digital yang unggul dan kompeten.

“Selain kurikulum yang diselaraskan, kegiatan juga menerapkan Project-based Learning (PBL) yang menjadi ciri utama platform digital atau LMS,” ucapnya.

Para praktisi profesional akan mengajar mahasiswa, lalu dosen akan ditingkatkan kompetensi digitalnya oleh Tim LearningX, serra jejaring LearningX yaitu sejumlah perusahaan level nasional dan dunia yang berpotensi menyerap mahasiswa untuk program magang dan berkarir setelah lulus.

Direktur Politeknik PENS Surabaya, Ali Ridho Barakbah menyatakan pihaknya siap untuk mematangkan seluruh aspek prmbelajaran, agar LearningX dapat terimplementasi dengan baik di kampus. Kegiatan itu mendukung Tri Dharma perguruan tinggi dan memperluaskan kemanfaatannya bagi pihak yang relevan.

Direktur Politeknik Negeri (PNB) Bali, I Nyoman Abdi menyatakan, program yang ditawarkan Learning x selaras dengan misi dan program Pemerintah Provinsi Bali.

“Kami akan secepatnya menerapkan platfrom Talenta Digital ke mahasiswa dan para siswa di Bali. PNB telah bermitra dengan lebih dari 300 SMK di Bali,” katanya.

Hal senada dikemukakan Dekan Sekolah Vokasi UNS, Santosa Tri Hananto; Wakil Direktur Bidang Kerjasama, Politeknik Negeri Malang, Ratih Indri Hapsari; Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Sekolah Vokasi UGM, Endang Soelistiyowakti; serta Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Politeknik Negeri Semarang, Eni Dwi Wardhani.

Mereka menyatakan komitmen dan motivasi tinggi untuk merealisasikan LearningX guna menciptakan banyak talenta digital di kampus masing-masing dan provinsi masing-masing. (Tri Wahyuni)