Madrasah Award 2021, Upaya Kemenag Tingkatkan Daya Saing

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama mengumumkan pemenang Madrasah Award dan Apresiasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Adiktis) 2021. Lewat perhelatan ini, diharapkan penyelenggara pendidikan memiliki kekuatan daya saing dan daya tanding dengan berbagai elemen.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani saat menutup Adiktis 2021 yang digelar luring dan daring dari Jakarta, Jumat (10/12/21) malam.

“Capaian prestasi merupakan sebuah langkah panjang dari berbagai ikhtiar dan doa yang menghasilkan dua kelompok, yaitu pemenang dan orang yang kalah,” ujarnya.

Untuk mereka yang belum menang, Ramdhani berpesan agar terus belajar. Karena proses belajar tak boleh berhenti pada suatu titik. Pelaku pendidikan harus terus mencari inspirasi dan membangun motivasi dari kegiatan semacam ini. Jika tidak, mereka akan ditelan masa.

“Komunitas pendidikan harus melakukan pola pendekatan inovasi dengan tidak hanya berpikir ‘out of the box’, tapi harus ‘without the box’. Maka hasilnya akan luar biasa,” ucap Ramdhani menegaskan.

Sekretaris Ditjen Pendis, Rohmat Mulyana Sapdi dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada madrasah dan perguruan tinggi yang dinilai berprestasi. Diharapkan, mereka menjadi contoh bagi komunitas pendidikan lain untuk meraih prestasi serupa.

“Kegiatan ini bukan akhir dari upaya peningkatan mutu pendidikan Islam, tetapi harus selalu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Islam,” kata Rohmat.

Pemberian apresiasi ini terdiri dari Madrasah Award dan Adiktis. Madrasah Award 2021 menghadirkan 5 kategori yang berhak mendapat penghargaan dari Kementerian Agama.

Lima kategori adalah siswa berprestasi, inovasi pembelajaran/karya guru terbaik, kategori lembaga berprestasi, kategori unsur masyarakat dan special achievment pencipta Lagu Hymne dan Mars Madrasah.

Disebutkan pemenang Madrasah Award 2021. Kategori Siswa Berprestasi adalah
Akira Muhammad Riano dari MTsN Model Samarinda, Nadia Shafiana Rahma (MAN 1 Surakarta Jawa Tengah), Nursipatma (MAN 1 Polewali Mandar Sulawesi Barat).

Untuk Kategori Inovasi Pembelajaran/ Karya Guru Terbaik, yaitu Rikwan Susanto dari MIN 3 Sambas, Sutardi (MAN Kota Singkawang), Opyan Nakoda (MTsN 1 Kota Gorontalo).

Kategori Lembaga Berprestasi adalah
MIT Ar Raihan Lawang Malang Lawang, Kabupaten Malang Jawa Timur; MTs Alhikam Jombang Jatirejo Diwek Jombang, Jawa Timur; MAS Daar El-Qolam Pasir Gintung Jayanti, Tangerang Banten.

Dan Kategori Unsur Masyarakat adala Untung dari MI Miftahul Hidayah Sumenep Jawa Timur, Dedi Sukardi dari MI/MTs Miftahul Hidayah, Marfu’ah As-Shomad dari MI Al Hudi Denpasar

Untuk Special Achievment Pencipta Lagu Hymned an Mars Madrasah diberikan kepada Ikin Sodikin, guru Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Tanjungsari Tasikmalaya.

Sedangkan penghargaan Adiktis 2021 memiliki 16 kategori, yaitu PTKI dengan Jumlah Akreditasi Program Studi A atau Unggul Terbanyak diraih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; PTKI dengan Akreditasi Institusi Unggul diraih UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
PTKI dengan Program Studi Bersertifikat AUN-QA Terbanyak diraih UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Untuk PTKI dengan Jumlah Profesor Terbanyak diraih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; PTKI dengan Jumlah Mahasiswa Asing Terbanyak diraiu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang; PTKIS dengan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Internasional diraih Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo; dan PTKIN dengan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Internasional Terbanyak diraih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Untuk kategori PTKI dengan Jumlah Jurnal Terakreditasi Terbanyak diraih UIN Sunan Gunung Djati Bandung; PTKI dengan Pemilik Paten Terbanyak diraih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; PTKI dengan Pelaporan PD Dikti Terbaik diraih UIN Raden Fattah Palembang; dan PTKI dengan Keterbukaan Informasi Publik Terbaik diraih UIN Walisongo Semarang.

PTKI dengan Jurnal Terindeks Scopus Terbanyak diraih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; PTKIS Pemilik Jurnal Terindeks Scopus diraih Institut Agama Islam Ma’arif NU Metro Lampung; PTKI dengan Mahasiswa Peraih Medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Terbanyak diraih STAIN Bengkalis; PTKI Sebagai Duta Unesco diraih UIN Sunan Ampel Surabaya dan PTKI Green Campus diraih UIN Raden Intan Lampung. (Tri Wahyuni)