Mahasiswa Terus Guncang Posisi Gubernur Banten

0
Mahasiswa mendesak agar Wahidin Halim, segera mengundurkan diri sebelum masa jabatannya habir di 2022. (Foto: Bantenhits)

SERANG (Suara Karya) : Posisi Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten mulai diguncang protes. Kamis 11 April 2019 puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabotabeka-Banten, melakukan orasi di Gerbang masuk Kantor Gubernur Banten, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang.

Dalam aksinya, para mahasiswa tersebut, menuntut agar Wahidin Halim segera mengundurkan diri sebagai Gubernur Banten sebelum masa jabatannya habis pada 2022. Mahasiswa menilai, bahwa Wahidin Halim telah gagal dalam memimpin daerah sebagai Gubernur Banten, karena masih banyaknya aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi korupsi.

“Wahidin Halim kami nyatakan telah gagal dalam memimpin Banten dalam memerangi korupsi, Rp23 milyar lebih uang negara dirugikan, tak hanya itu marakanya proses jual beli jabatan di tubuh pemerintahan Banten,” kata korlap Aliga saat melakukan orasi menggunakan pengeras suara di gerbang masuk KP3B Kamis 11 April 2019.

Mahasiswa juga menuding netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pemilu 2019 ataupun politik praktis di bawah kendali Wahidin Halim semakin menunjukan carut-marutnya birokrasi di Pemerintahan Provinsi Banten.

“Sudah menjadi rahasia umum, bahwa keberpihakan ASN yang mendukung mahkota Banten (anak dari Gubernur) sudah  menggambarkan birokrasi pemerintah yang yang  carut marut bahkan kronis,” ungkap Alliga.

Mahasiswa juga menyayangkan, keterlibatan ASN yang mendukung anak Wahidin Halim di pemilu ini. “Wahidin sedang membangun dinasti baru di tanah jawara dengan memanfaatkan kekuasannya untuk mendorong anaknya maju sebagai DPD RI dan menyeret ASN untuk mesukseskannya,” tegas Alliga dengan suara lantang.

Aksi mahasiswa ini, sempat memanas dan diwarnai bentrok dengan aparat kepolisian. Kericuhan dipicu saat mahasiswa mulai membakar ban.

Petugas pun mencoba memadamkan api, namun dihadang  oleh mahasiswa. Kericuhan kejara-kejaran dan saling pukulpun terjadi, namun tak ada korban luka.Beberapa saat kemudiaan, mahasiswa berhasil diredam dan membubarkan diri.

Sebelumnya  Jumat, 5 April 2019, Mahasiswa dari Komunitas Sudirman atau KMS 30, HMI, Kumala dan Himala juga melakukan gerakan yang sama. Gelombang aksi tersebut, intinya mendesak agar Wahidin Halim mengundurkan diri sebagai Gubernur Banten. (Wisnu)