Mahasiswa UNJ Borong Juara dalam Youth Museum Forum Nasional

0

JAKARTA (Suara Karya) : Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) borong tampuk juara dalam youth museum forum nasional di Jakarta, yang digelar Museum Bank Indonesia 1 November 2020, baik dalam kategori tim maupun peserta.

Untuk kategori tim terbaik Syariah juara diambil UNJ yang dipersembahkan Nurul Fikri dari Pendidikan Sejarah 2017. Begitu juga untuk Juara 2 tim terbaik Qris : Didit Handika dari Pendidikan Sejarah 2017.

Selanjutnya Didit Handika juga tampil
Juara 1 dalam kategori peserta terbaik. Adapun juara 2 Peserta terbaik juga diambil mahasiswa UNJ diraih Nurul Fikri dari Pendidikan Sejarah 2017.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Abdul Sukur, S.Pd., M.Si memberikan apresiasi pada para mahasiswa yang berhasil membawa nama baik UNJ diberbagai kejuaraan maupun lomba yang diikutinya. Para mahasiswa itu mampu menunjukkan yang terbaik pada masyarakat maupun para peserta yang tampil datang dari berbagai Universitas dan berbagai daerah di Indonesia.

Dr. Abdul Sukur mencontohkan, seperti
dalam youth museum forum nasional yang digelar Museum Bank Indonesia diikuti 50 peserta datang dari 10 Kampus dari berbagai daerah di Indonesia. Para mahasiswa dan mahasiswi UNJ tampil sebagai juara.

“Tampil juara dalam suatu event nasional tentunya bukan secara kebetulan, namun para mahasiswa sudah mempersiapkan diri dengan materi yang telah ditentukan panitia. Hal itu yang memberikan para Dosen memberikan apresiasi pada Didit Handika dan kawan-kawan yang berhasil meraih juara,”tegas Abdul Sukur lagi.

Tampil juara dalam suatu lomba jelas Abdul Sukur sudah menjadi langganan dipersembahkan mahasiswa dan mahasiswi UNJ. Bahkan 28 Oktober 2020 Didit Handika CS juga tampil juara dalam lomba debat Pekan Pemuda Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pada kesempatan terpisah Dosen
Bidang Kemahasiswaan UNJ, Bazuri Fadillah menegaskan, yang dilombakan dalam youth museum forum nasional ide atau gagasan kebaruan pemuda bagi peningkatan museum sebagai tempat literasi lintas generasi.

Menurutnya, Didit Handika menjadi delegasi terbaik karena memberikan pemaparan yang komprehensif serta mendalam tentang strategi meningkatkan minat generasi muda untuk berkunjung ke museum.
Dengan konsep integrasi kebijakan pemerintah, pengelolaan museum dan kolaborasi komunitas-komunitas kepemudaan dengan berbagai kegiatan museum.

“Didit pula menekankan bahwa peran museum diera ini harus menjadi ruang pertemuan bagi pertukaran budaya, bukan hanya menjadi tempat untuk mengoleksi benda-benda kuno atau bersejarah. Dengan, konsep tersebut Didit dipilih sebagai peserta terbaik,”tegas Bazuri Fadila lagi. (Warso)