Mahasiswa UNJ Buka Wawasan Masyarakat Berinvestasi Saham

0

JAKARTA (Suara Karya) : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNJ, Dr. Abdul Sukur, S.Pd., M.Si. bangga mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bantu masyarakat membuka wawasan berinvestasi saham yang menghasilkan laba.

“Program yang diharapkan membuka wawasan masyarakat terhadap investasi dilakukan dengan bidang penelitian rumpun sosial humaniora dengan judul “Pengaruh Struktur Modal, Good Corporate Governance, Pembayaran Dividen terhadap Kualitas Laba”, jelas Abdul Sukur di Jakarta, kemarin.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) RSH ini yang diketuai Syarafina Wahyudianti diberi nama Tim EQ yang beranggotakan tiga mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yaitu Syarafina Wahyudianti sendiri (FE), Afidah Nur Aslamah (FE) dan Nimita Candraswari (FE) dengan dosen pembimbing Diah Armeliza, SE, M.Ak, CA.

Diah Armeliza mengatakan, ketiga mahasiswa tersebut melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba perusahaan. Karena di masa pandemi Covid-19, keinginan berinvestasi masyarakat Indonesia meningkat, tetapi tidak dibarengi dengan wawasan yang cukup mengenai investasi.

Data dari The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) menyebutkan, Januari 2021 jumlah investor di pasar modal telah mencapai 1,9 juta. Sebelumnya pada Maret 2020 berjumlah 1,1 juta investor. OJK memperkirakan kerugian akibat investasi bodong

Dalam sepuluh tahun terakhir (2008-2018) katanya, ditaksir sekitar Rp 88,8 triliun. Supaya tidak terjerat ke dalam investasi bodong, maka perlu diperhatikan aspek-aspek seperti, aspek legalitas, aspek rasionalitas, dan aspek keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Menurutnya, terdapat tiga faktor yang diteliti Tim EQ, pertama Struktur modal yaitu, sumber pendanaan yang dipakai perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Kedua, Good Corporate Governance yang merupakan suatu mekanisme pengawasan dalam perusahaan agar para pemegang kepentingan tidak melakukan tindakan atas kepentingan pribadi. Ketiga, pembayaran Dividen, yaitu pembagian hasil laba bersih untuk para pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikannya masing-masing.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa Struktur Modal tidak berpengaruh terhadap kualitas laba, sedangkan GCG dan pembayaran dividen berpengaruh positif terhadap kualitas laba. Artinya mekanisme pengawasan yang dilakukan dalam perusahaan melalui GCG mampu memberikan efek yang baik saat pelaporan laba sehingga laba yang dihasilkan berkualitas.

Begitu pula untuk pembayaran dividen yang dianggap sebagai informasi bahwa perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang baik dalam menghasilkan laba serta memiliki kelanjutan usaha, sehingga dapat meningkatkan kualitas laba perusahaan.

Buku Saku Edukasi Investasi

Selain itu, Tim EQ telah membuat buku saku sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan. Buku tersebut diberi judul Buku Saku Edukasi Investasi. Tujuannya adalah agar memberikan sedikit gambaran dan wawasan kepada masyarakat sebelum melakukan investasi saham. Khususnya bagaimana mengarahkan masyarakat sebelum menentukan keputusan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan dengan mempertimbangkan faktor GCG dan pembayaran dividen.

Bahkan, buku saku edukasi investasi ini dirancang dalam rangka mengedukasi masyarakat luas mengenai arah kebijakan pembangunan pemerintah yang berfokus pada sektor infrastruktur sebagaimana tercantum pada RPJMN Indonesia 2020-2024.

Untuk itu papar Syarafina Wahyudianti, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kemenristek dikti atas pendanaan penelitian Program Kreativitas Mahasiswa. Begitu juga terima kasih kepada dosen pembimbing, pihak Rektorat Universitas Negeri Jakarta beserta jajarannya, dan pihak Fakultas Ekonomi yang telah mendukung penulis selama kegiatan PKM. (Warso)