Mahasiswa UNY Juarai Kompetisi Global SEM Off-Track 2021

0

JAKARTA (Suara Karya): Tim Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih juara pertama kompetisi global “Shell Eco Marathon (SEM) Off-Track 2021” yang digelar secara virtual. Mahasiswa Indonesia bersaing dengan 64 tim lain dari 12 negara di wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam siaran pers, Selasa (18/5/2021).

Ia berharap keberhasilan mahasiswa Indonesia di kompetisi global seperti SEM Off-Track menjadi pendorong bagi mahasiswa lain untuk memiliki semangat yang sama dalam berinovasi.

“Menjadi juara dalam kompetisi bergengsi sangat membanggakan. Hal itu akan menumbuhkan iklim inovasi di kalangan muda, terutama bidang energi dan lingkungan yang dibutuhkan untuk kejayaan bangsa,” ujarnya.

Sebagai informasi, SEM Off-Track adalah kompetisi global tahunan bagi mahasiswa dengan menguji gagasan inovatif terkait efisiensi energi. Kompetisi itu memiliki sejarah panjang sejak awal dilaksanakan di Prancis pada 1985. Partisipasi Indonesia dalam kompetisi itu memasuki usia 11 tahun, sejak pertama kali dikenalkan di Asia pada 2010.

Indonesia saat ini dalam 64 tim di 12 negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Karena secara global, ada 154 tim dari 137 universitas di 37 negara yang berpartisipasi dalam SEM Off-Track 2021.

Indonesia sendiri mengirim 27 tim dalam kompetisi tersebut. Dari jumlah itu, 4 tim mahasiswa Indonesia berhasil merebut kursi kemenangan, yaitu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Institut Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI).

Untuk Tim Garuda UNY berhasil meraih juara 1 pada kategori Vehicle Design Award for Urban Concept; Tim Sapuangin ITS menjadi juara 1 untuk kategori Data and Telemetry Award; Tim Rakata ITB merebut posisi juara ke II pada kategori Data & Telemetry Award dan Tim Arjuna UI untuk kategori Safety Award.

Para peserta bersaing menyajikan inovasi kendaraan hemat energi di hadapan juri yang sebagian besar adalah eksekutif dari perusahaan Shell, Nissan, SwRI, Altair dan Schmid Elektronik. Juara pertama mendapat hadiah uang 1.500 dolar AS dan juara kedua 750 dolar AS.

Manajer Tim Garuda UNY, Ahmad Yoga menjelaskan, timnya dapat menjadi juara karena dinilai berhasil mengembangkan produk yang konstruktif dan menghasilkan pengurangan berat tanpa mengurangi performa kendaraan.

“Ini menjadi bekal bagi kami untuk melangkah ke depan, mengobarkan semangat tim untuk mencapai target yang lebih tinggi di kompetisi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Data dan Telemetri Tim Sapuangin ITS, Gilang Samudra mengatakan timnya menang karena dinilai sukses menggunakan data telemetri, yaitu teknologi yang memungkinkan pengukuran jarak jauh dan pelaporan informasi kepada perancang atau operator sistem.

“Hal itu dapat meningkatkan optimasi strategi berkendara. Kami juga mencetak sejarah sebagai tim yang pertama kali jadi juara untuk kategori terbaru di dunia ini,” tuturnya.

Gilang mengaku bangga atas prestasi itu. Ia tak menyangka bakal menjadi juara dalam kategori data and telemetry award, karena sempat mengalami kesulitan di awal lomba, karena tidak tahu detail spesifikasi sistem telemetri yang digunakan. Tantangan itu akhirnya bisa ditaklukkan.

Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Dian Andyasuri memberi selamat kepada mahasiswa Indonesia yang tetap semangat berinovasi meski di tengah pandemi.

Melalui partisipasi tim Indonesia dalam kompetisi itu, lanjut Dian, Shell Indonesia mendukung semangat Kampus Merdeka dengan memfasilitasi para mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat, minat dengan terjun langsung ke industri untuk persiapan karier masa depan mereka.

“Hal itu merupakan bentuk dukungan kami dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang relevan dan berkualitas tinggi, merata dan berkelanjutan. Selain juga didukung infrastruktur dan teknologi yang mumpuni,” ujar Dian menandaskan. (Tri Wahyuni)