Mahasiswa UP Tawarkan Solusi Optimalisasi Distribusi Vaksin Covid-19

0

JAKARTA (Suara Karya): Mahasiswa Universitas Pertamina Program Studi Teknik Logistik berhasil mengembangkan inovasi untuk optimalisasi rantai pasok distribusi vaksin covid-19.

Berkat inovasi itu, mereka berhasil merebut juara 3 pada kompetisi Logistic Case Competition (LOGIC) oleh perusahaan multinasional bidang logistik, DHL Supply Chain.

Juru bicara tim mahasiswa, Fajril menjelaskan, konsep jaringan rantai pasok baru dengan mengkombinasikan dua klasifikasi, yaitu ‘manufaturer with direct shipping’ dan distributor storage with last-mile delivery’.

“Kami juga memberi rekomendasi armada pengiriman berteknologi tinggi dengan mesin pendingin dalam kontainer, agar vaksin dapat terdistribusi dengan kualitas terbaik, tanpa harus membangun ‘cold storage’,” tutur Fajril secara daring, Sabtu (25/9/21).

Disebutkan, tantangan distribusi vaksin di Indonesia hingga saat ini masih cukup berat. Ada beberapa tantangan, antara lain disrupsi pasokan, jalur distribusi yang sulit, data aktual kebutuhan dan ketersediaan dan lain sebagainya.

Ide lain dari tim berupa sistem informasi yang terintegrasi dengan ‘dynamic system approach’. Tujuannya, agar setiap informasi dalam jaringan rantai pasok terdistribusi secara real time kepada semua pihak, terutama hal yang terkait ‘supply & demand’ vaksin.

“Serangkaian proses ini kemudian menghasilkan output yang diharapkan bisa dimasukkan dalam kebijakan pemerintah untuk distribusi vaksin covid-19 ke seluruh daerah di Indonesia,” ujarnya.

Lewat inovasi yang dikembangkan bersama Fajril, Welano dan Hegel tersebut, diharapkan proses distribusi akan berjalan lebih efektif dan efisien, baik dari segi biaya maupun proses.

Seperti diberitakan, untuk percepatan proses pengadaan dan produksi vaksin hingga proses distribusinya, pemerintah membeli 55 unit tempat penyimpanan khusus vaksin dengan suhu mencapai minus 80 derajat celcius. Pengadaan infrastruktur itu guna memperkuat distribusi logistik penyaluran vaksin.

Pemerintah sendiri menargetkan pemberian vaksin bagi 208,2 juta penduduk. Sementara data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut jumlah masyarakat Indonesia yang mendapat vaksin covid-19 hingga 19 September 2021 mencapai 133,2 juta orang.

Fajril dan tim menuturkan, kehadiran mata kuliah seperti manajemen rantai pasok, sistem persediaan, sistem dinamis, serta sistem distribusi dan transportasi di program studi Teknik Logistik UP membantu mereka dalam memberi alternatif solusi terbaik.

“Keikutsertaan mahasiswa dalam kejuaraan semacam ini akan memberi bekal sebagai sarjana siap kerja. Karena, selain unggul dari sisi keilmuan, mahasiswa dibekali diri dengan ilmu praktis dan kemampuan dalam mengerjakan proyek berdasarkan kondisi riil industri saat ini,” ucap Fajril menandaskan. (Tri Wahyuni)