Mahfud MD Kembali Gigit Jari

0
Mahfud MD/Istimewa

JAKARTA (Suara Karya): Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kembali harus gigit jari karena gagal dicalonkan menjadi calon wakil presiden (cawapres) oleh Joko Widodo (Jokowi). Padahal, sebelumnya Mahfud mengaku sudah berkali-kali dihubungi pihak istana kepresidenan dan diminta untuk menjadi cawapres dari Jokowi.

Sayangnya, pada saat akan dideklarasikan partai-partai koalisi Jokowi tidak sepakat dengan sosok Mahfud untuk menemani Jokowi di pilpres 2019 mendatanng. Hasilnya, Mahfud-pun harus kembali gigit jari untuk kedua kalinya, karena pada 2014 lalu, Jokowi juga pernah akan merangkulnya jadi cawapres.

Diketahui, dari hasil pertemuan Jokowi dengan para ketua umum dan sekjen partai politik menyepakati mengusung Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi. 

Padahal, Mahfud sudah sangat percaya diri akan mendampingi Jokowi pada pilpres kali ini. Namun, penjegalan nama Mahfud MD terlihat sangat dramatis.

Bagaimana tidak, Dia sendiri mengaku diminta secara resmi jadi cawapres pendamping Jokowi.

”Ya mungkin sudah panggilan sejarah ya, saya diminta untuk mendampingi Jokowi sebagai capres dan saya cawapresnya,” kata Mahfud saat berbincang dengan detikcom tak lama sebelum Jokowi dan pimpinan 9 parpol koalisi menyepakati Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya, Kamis (9/8).

Mahfud mengaku diminta secara resmi jadi cawapres Jokowi tadi pagi. Bahkan sejak tadi malam sudah diminta stand by. Bukan cuma mengirim CV, tadi pagi Mahfud juga sudah diminta mengukur kemeja putih.

”Kalau resminya sih tadi pagi, dimintai curriculum vitae, tadi malam diminta untuk standby tapi belum diberi tahu, tadi pagi saya diminta curriculum vitae dan diminta mengukur kemeja putih itu favoritnya Pak Jokowi,” kata Mahfud.

Mahfud juga sudah menyatakan kesediaan. Bahkan ia melampirkan tiga alasan bersedia mendampingi Jokowi.

“Pertama tentu panggilan sejarah ya, saya kan aktivis juga, pengin juga ada di medan perjuangan. Kedua, tentu kepercayaan Pak Jokowi kepada saya, kalau memilih saya tentu kan percaya kepada saya. Ketiga, elektabilitas Pak Jokowi untuk menang itu sangat bisa,” kata Mahfud.

Setelah wawancara ini, Mahfud Md langsung melenggang ke daerah Menteng. Namun ternyata Mahfud tidak mengarah ke tempat berkumpul Jokowi dan para pimpinan parpol koalisi. Mahfud menunggu di suatu tempat. (Ardiansyah)