Makan Keju Tak Sebabkan Masalah Jantung

0
Pekerja menata keju mozarella yang telah jadi ke dalam lemari pendingin di Suyudan, Kiringan, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (3/7/2018). Dalam sehari pekerja dapat mengolah 1.000 liter susu sapi sebagai bahan utama pembuatan keju seperti keju mozarella, keju feta, keju mountain dan keju boyobert yang dijual dari harga Rp90.000 hingga Rp165.000 per kg untuk memenuhi permintahan pasar di Jawa dan Bali. (Antara Foto)

JAKARTA (Suara Karya): Ada kabar baik bagi penyuka keju. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, lemak jenuh dalam produk seperti susu dan keju tidak akan membuat Anda lebih rentan untuk menderita masalah jantung di masa mendatang.

Untuk sampai pada temuan itu, peneliti melibatkan 2907 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dan meneliti mereka selana 22 tahun. Pada awal studi, tidak ada partisipan yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.

Para peneliti mempelajari konsentrasi asam lemak dalam plasma orang-orang ini. Kemudian, mereka mempelajarinya lagi setelah enam tahun dan 13 tahun berikutnya.

Hampir 2.428 orang tercatat meninggal pada akhir penelitian. Dari jumlah ini, ada 833 orang yang meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Peneliti menyimpulkan, mereka yang tingkat asam lemaknya tercatat lebih tinggi, lebih rendah resikonya mengalami kematian akibat stroke.

“Temuan kami tidak hanya mendukung, tetapi juga secara signifikan memperkuat, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa lemak susu, bertentangan dengan kepercayaan populer, tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau kematian pada orang dewasa yang lebih tua,” kata Marcia Otto, penulis utama studi.

Dia menambahkan, selain tidak berkontribusi pada kematian, temuan studi juga menunjukkan bahwa satu asam lemak dalam susu dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, terutama dari stroke. Demikian seperti dilansir Independent dan Indian Express. (Andara Yuni)