PEMBERDAYAAN UKM
Mamabery Chips Gourmet Kolaborasi Produk Tas Hantaran Cantik

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Pemilik usaha kudapan sehat Mamabery Chips Gourmet Mirsya Budiarsi, memberdayakan pengrajin tas anyaman di Ponorogo, Jawa Timur, sebagai tas hantaran untuk produk kudapan yang dijualnya menjelang lebaran 1441 Hijriah ini. Kolaborasi usaha kecil dan menengah (UMKM) ini diharapkan bisa terus menumbuhkan sektor UKM nasional.

“Ide awalnya sangat sederhana. Saya ingin menghadirkan hantaran dengan tampilan sederhana namun menarik, dan tanpa plastik alias sekali pakai. Kemudian, tercetus ide untuk berkolaborasi dengan pengrajin UKM tas anyaman,” ungkap Mirsya dalam siaran tertulis pada Rabu (13/4/2020).

Dalam kolaborasi tersebut, Mirsya bersama para ibu rumah tangga pengrajin tas anyaman berdiskusi dan tukar pikiran, yang kemudian ditunjukan sejumlah model dan motif tas kontemporer yang kekinian kepada pengrajin. Hasilnya, kolaborasi tersebut berjalan dan menghasilkan tas hantaran warna-warni yang cantik.

“Sebagai pelaku usaha, kita harus berdiri dan berpikir lebih kreatif, bukan hanya untuk bertahan di masa pandemi ini, namun juga untuk memberikan impact (pengaruh) yang lebih besar lagi ke society (masyarakat),” ungkap Mirsya.

Kampanye kreatif bertajuk #SilaturahimDariRumah dengan menghadirkan Stay-At-Home Gifts diungkapkan Mirsya diharapkan juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat.

Merujuk hal tersebut, Mirsya mengajak pelaku usaha lainnya untuk bergabung dalam kolaborasi kreatif. Sehingga hantaran lebaran menjadi lebih beragam.

Tidak hanya kue lebaran dan kudapan sehat tanpa MSG dari Mamaberry Chips Gourmet, tetapi ada juga perlengkapan sholat dari RiaMiranda & Ultimate U, serta didukung oleh Sahaja – produk perlindungan higienis untuk di rumah.

“Program ini bukan hampers pada umumnya, ada semangat nilai kebaikan dan optimisme yang diusung, jadi bukan hanya cantik, pengrajin tas anyaman juga tersejahterakan,” tutup Mirsya.

Sementara itu, pengrajin tas asal Ponorogo, Binti (45) mengaku terbantu atas pesanan tas dari Mirsya. Penghasilan dari mengerjakan tas anyaman diungkapkan Binti dapat menutup penghasilan selama menunggu masa panen padi yang berlangsung selama tiga bulan sekali.

“Saya merasa terbantu sekali dengan adanya orderan dari Mbak Mirsya. Untuk keseharian, saya hanya mengandalkan hasil panen tiga bulan sekali, tapi setelah adanya orderan yang bagi kami jumlahnya banyak sekali ini, sehingga bantu pendapatan kami saat masa tidak panen,” kata Binti. (Indra DH)