Maman Wirjawan: DBON Acuan Pembinaan Prestasi Atlet Mulai Daerah hingga Pusat

0

JAKARTA (Suara Karya) : Filosofi yang paling utama dalam dunia olahraga adalah menggalang persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui dunia olahraga masyarakat bersatu saat ingin menyaksikan para jawaranya berlaga untuk menjadi sang juara.

“Semua itu dapat dipantau diberbagai ajang pertandingan olahraga, baik PON, SEA Games dan Olimpiade. Bahkan sejenis olahraga masyarakat yang dikenal dengan “tarkam” mampu menyedot perhatian dan menggalang satu persatuan ditengah masyarakat, baik di tingkat RW, Kelurahan dan Kecamatan serta Kabupaten hingga Provinsi dan Nasional,”tegas Ketua Umum Pengprov PODSI DKI Jakarta, Wibowo Suseno Wirjawan di Jakarta, kemarin.

Wibowo Suseno Wirjawan yang akrab dipanggil Maman Wirjawan mengatakan, meski dalam dunia olahraga fokus melahirkan sang juara, namun mempunyai acuan yang terarah mulai hulu hingga hilir. Melalui acuan inilah Menpora Zainudin Amali meluncurkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang telah disahkan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021.

“Perpres itu menjadi acuan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam mengembangkan prestasi di bidang olahraga,”tegas Maman Wirjawan yang kini mencalonkan sebagai Ketua KONI DKI Jakarta.

Menurutnya, terjun kedunia olahraga sebagai pengusaha nasional mengikuti kebutuhan batinnya sejak remaja. Keinginan besar membenahi prestasi atlet atau organisasi merupakan tujuan utama. Seperti halnya dicabang dayung dan pernah di tenis lapangan.

Melalui keinginan keras membenahi prestasi atlet dan organisasi olahraga dapat terpenuhi saat memimpin cabang dayung DKI Jakarta dengan melahirkan atlet Olimpiade dan berprestasi di PON.

Padahal dalam segi pembinaan meningkatkan prestasi atlet dayung di DKI Jakarta tidaklah mudah. Selain fasilitas, tempat latihan yang kurang memadai seperti waduk maupun danau yang belum layak untuk penempaan atlet menuju PON.

Namun berkat kecintaan dalam dunia olahraga dayung, Maman menggunakan lokasi Sungai BKT sebagai tempat latihan atlet dayung DKI Jakarta. Bahkan saat persiapan menuju PON XX Papua terpaksa Maman menempatkan atletnya berlatih di Yogyakarta dan Palembang, meski harus menguras tenaga dan biaya tentunya.

Minim fasilitas latihan, tak mempengaruhi prestasi para atlet DKI Jakarta saat tampil di PON XX Papua 2021 dengan mengoleksi 2 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu. “Kami bersyukur tim dayung DKI dapat menyumbang 2 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu di PON XX Papua 2021,”seraya mengatakan, meski belum memenuhi target 4 medali emas, karena difinal berhadapan dengan atlet nasional asal Jabar yang memiliki tempat latihan strategis di waduk Jatiluhur dan Cipulek, Karawang. (Warso)