MAN Insan Cendekia Raih Peringkat Pertama Nilai UTBK 2022

0

JAKARTA (Suara Karya): Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong kembali meraih posisi pertama dari 1000 sekolah dengan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tertinggi tahun ini. Ujian tersebut merupakan bagian dari proses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Mochamad Ashari dalam acara pengumuman peringkat sekolah dengan nilai UTBK tertinggi 2022, secara daring, Jumat (26/8/22).

Disebutkan nama sekolah yang menduduki 10 besar dalam raihan nilai UTBK 2022 tertinggi, yaitu MAN Insan Cendekia Serpong, SMA Katolik St Louis, SMA Pradita Dirgantara, MAN Insan Cendekia Pekalongan, dan SMAN 8 Jakarta.

Selain itu, masih ada SMA Labs School Jakarta, SMAS Kanisius Jakarta, SMAN 2 Jakarta, SMAS BPK 1 Penabur Bandung dan SMAN 68 Jakarta.

Rektor Universitas Airlangga Surabaya itu meminta agar pemeringkatan itu tidak disalahartikan sebagai pengelompokan sekolah-sekolah favorit. Lagipula, sekolah yang masuk peringkat umumnya telah memiliki rangking, baik itu tingkat nasional, provinsi atau kabupaten.

“Pemeringkatan sekolah ini semata bentuk tanggungjawab LTMPT untuk masyarakat yang ingin transparansi dalam pelaksanaan SBMPTN. Dan ini hasilnya,” ucap Prof Ashari.

Direktur Eksekutif LTMPT, Budi P Widyobroto dalam kesempatan yang sama menyebut, pelaksanaan UTBK tahun ini diikuti 23.657 sekolah dengan jumlah peserta 745.115 orang.

Dijelaskan, mekanisme pemeringkatan agar sekolah dan masyarakat paham, kenapa sekolah tertentu yang kualitasnya bagus tapi tidak masuk dalam daftar. Pertama, sekolah tersebut harus memiliki peserta UTBK lebih dari 40 orang.

“Peserta yang diikutkan adalah lulusan 2022, bukan dari tahun-tahun sebelumnya. Itu kenapa ada banyak SMA tidak masuk peringkat karena peserta UTBK-nya dari lulus tahun 2022 kurang dari 40 orang,” tutur Budi.

Seleksi dari dua kriteria itu, disebutkan, ada 3.381 sekolah dengan jumlah peserta 515.165 orang. Dari jumlah itu, kemudian disaring lagi melalui nilai UTBK berdasarkan hasil 60 persen tes potensi skolastik (TPS) ditambah 40 persen tes kemampuan akademik (TPA).

“Metode perhitungan untuk mendapat peringkat Revo adalah Tes Potensi Sekolah (TPS) yang dihitung pada rata-rata hasil dari setiap peserta di sekolah. Peserta yang mengikuti ujian campuran nilainya diambil yang tertinggi,” ujarnya. (Tri Wahyuni)