Manfaat Traveling Sebagai Terapi Kesehatan Mental

0
Foto ilustrasi

JAKARTA (Suara Karya): Kegiatan berwisata atau traveling mempunyai banyak manfaat. Bukan hanya untuk kesenangan sesaat tetapi juga bagi kesehatan mental. Di kehidupan penuh tekanan saat ini, kesehatan mental masih menjadi isu yang disepelekan.

Selama ini masyarakat sangat peduli dengan kesehatan jasmani, namun lupa bahwa tubuh ini tidak hanya berjalan atas dasar proses fisiologis dan biologis. Tubuh juga memiliki kesehatan mental yang perlu juga untuk diperhatikan.

Salah satu terapi yang membawa efek positif terhadap kesehatan mental Anda adalah traveling. Bahkan, traveling juga diyakini mempunyai daya penyembuhan tersendiri karena ada pengalaman dan pelajaran baru yang bisa diambil dari perjalanan Anda.

Saat ini untuk traveling pun tidak serumit dahulu karena lebih mudah, terutama dalam merencanakan perjalanan hanya dengan smartphone. Misalnya, dengan mencari inspirasi destinasi wisata dari akun-akun Instagram yang memang mengkhususkan diri untuk menginspirasi para traveler.

Pembelian tiket pesawat pun semakin sederhana dengan banyaknya website atau aplikasi yang memudahkan transaksi. Jika ingin traveling ke negara lain pun tidak perlu bingung karena beberapa website atau aplikasi ticketing ini pun kerap menawarkan tiket promo pesawat dan informasi mengenai tempat-tempat menarik yang bisa dituju.

Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh jika melakukan traveling, selain dapat meningkatkan kesehatan mental Anda. Yakni, dapat bertemu orang-orang baru.

Dalam hal ini, berada dalam lingkaran orang-orang lama memang membuat Anda nyaman. Namun jangan mudah tertipu dengan kenyamanan yang berujung pada hal yang itu-itu saja. Bertemu dengan orang-orang baru selama traveling mampu membuat Anda keluar dari zona nyaman.

Dengan bertemu dengan orang-orang baru, maka dapat mempelajari hal-hal baru karena setiap orang mengandung pengetahuan yang tidak diketahui oleh orang lain, memiliki opini yang berbeda dengan orang-orang lain, serta memiliki pengalaman yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Tak hanya itu, traveling juga akan memberikan sebuah sudut pandang baru dalam melihat dunia dengan lebih holistik dan fresh.

Melalui traveling, Anda juga dapat menemukan makanan-makanan baru yang unik dan tidak pernah dicoba sebelumnya. Tidak setiap hari Anda bisa merasakan gudeg tengah malam senikmat di Jogja, babi guling segurih di Bali, atau century egg se-otentik di Tiongkok.

Semua makanan yang Anda temukan di tempat baru bukan hanya membawa kesenangan sesaat saja, tetapi menjadi pengalaman dan cerita yang dapat memperkaya diri. Pengalaman-pengalaman gastronomi itu dapat membuat “berhenti” sejenak dan bersyukur bahwa betapa besarnya kenikmatan yang ada di dunia ini.

Manfaat lainnya, yakni Anda dapat pula menemukan lingkungan baru di luar zona nyaman yang juga dapat mendorong Anda untuk berkembang. Lingkungan baru juga memiliki kebudayaannya masing-masing. Dengan demikian, Anda dapat belajar mengapa masing-masing daerah memiliki kebudayaan yang kontras. Tak ayal, ini yanb membuat Singapura dan Jepang mampu menciptakan warga yang tertib. Begitu pula dengan Vatikan dan Mekah yang begitu terasa spiritual.

Perbedaan antara masing-masing budaya ini memberikan kesempatan kepada Anda untuk lebih peka sekaligus menempa kemampuan komunikasi Anda. Sebab, ini membuat Anda semakin belajar untuk menggunakan pendekatan yang berbeda terhadap setiap orang.

Kemampuan tersebut justru bekal yang baik untuk perkembangan soft skill Anda.
Itulah beberapa alasan kenapa traveling bisa bermanfaat untuk Anda. Sejatinya, baik sendiri atau bersama-sama, traveling adalah sebuah proses menuju self-loving. Dengan traveling, Anda bisa mengenal siapa diri Anda sebenarnya. (Tri Handayani)