Mantan Wartawan Pos Kota Menangkan Gugatan di PN Jakpus

0
Kuasa Hukum 3 mantan wartawan Pos Kota, Boyamin Saiman.(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan tiga orang mantan wartawan koran Pos Kota melawan PT Media Antarkota Jaya (pemilik Koran Pos Kota).

“Gugatan ini diajukan pada tanggal 13 Januari 2020 oleh tiga mantan wartawan yang telah pensiun dua tahun namun uang pensiun dan pesangonnya belum dibayarkan hingga gugatan didaftarkan di PN Jakpus,” kata Kuasa Hukum tiga mantan wartawan Pos Kota Boyamin Saiman melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Atas dikabulkannya gugatan tersebut, Boyamin sebagai kuasa hukum penggugat berharap PT Media Antarkota Jaya segera membayarkan hak pensiun dan pesangon mantan wartawan tersebut karena sudah tertunggak cukup lama dan teriring doa semoga Pos Kota tetap berjaya setelah membayar kewajibannya membayar hak pensiun dan pesangon.

“Kami menyadari saat ini industri Koran sedang menurun namun hal ini tidak menggugurkan hak pensiun dan pesangon dari mantan wartawannya karena apapun ketiganya ikut membesarkan Pos Kota dengan pengabdian menjadi wartawan Pos Kota diatas 25 tahun,” ujarnya.

Hak pensiun, jelas Boyamin adalah komponen gaji yang dipotong tiap bulan dan dikelola oleh perusahaan untuk mendapat nilai tambah ketika pensiun sehingga wajib hukumnya untuk dibayar ketika wartawan telah pensiun.

“Kami berharap industri media massa tetap berjaya dan mampu memberikan kesejahteraan kepada karyawan yang masih bertugas dan pensiun,” ucapnya.

Boyamin mengemukakan, putusan tertuang dalam putusan No. 16 / Pdt.Sus – PHI / 2020 / PN. JKT. PST dengan majelis hakim, Bintang AL,SH,MHm sebagai ketua, dan Ir Mas Muanam, MH serta Heri Hartanto, SH MH sebagai anggota sementara Irwan Fathoni, SH, MH sebagai panitera.

Sementara mantan wartawan dan hak pesangon yang dikabulkan majelis hakim masing-masing adalah, Abdul Haris Iriawan (Penggugat I) dengan jumlah total pesangon sekitar sebesar Rp 180,5 juta, Sugeng Indarto (Penggugat II) lebih dari Rp 249 juta, dan Syamsir Bastian (Penggugat III) sebesar hampir Rp 236 juta. (Indra)