#MasJoko Luruskan Informasi Subjektif soal Kinerja Jokowi

0
Ketua Gerakan Intelektual Marhaenis Pro Jokowi (#MasJOKO), Julia Bea Kurniawaty

JAKARTA (Suara Karya): Pemberitaan terkait kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) silih berganti masuk ke ruang publik pada setiap harinya, baik melalui aplikasi percakapan, media sosial (medsos), maupun media arus utama.

Sebagian informasi yang berseliweran di ruang publik tersebut, disertai data yang sahih dan juga fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun tidak sedikit pula informasi yang menyebar dan sampai kepada masyarakat, merupakan informasi yang tidak didasari pada data dan fakta (hoax) maupun dalam bentuk berita bohong (Fake News).

“Sehingga dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut terkesan dibuat hanya untuk menggiring opini publik semata, demi memuaskan keinginan dari pihak-pihak yang menyebarkan informasi,” ujar Ketua Gerakan Intelektual
Marhaenis Pro Jokowi (#MasJOKO), Julia Bea Kurniawaty, dalam keterangan persnya, kepada wartawan, Selasa (17/7).

Julia meyakini bahwa penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di ruang publik ini, akan semakin ramai, terlebih informasi yang berlatarbelakang kepentingan politik.

Sebab, katanya, saat ini bangsa Indonesia memasuki tahapan pesta demokrasi berupa Pemilihan Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar secara serentak pada tahun 2019 mendatang.

Bahkan, ujar dia, para politisi akan meningkatkan penyebaran informasi yang tentu cenderung lebih mengutamakan kepentingan dirinya sendiri maupun kelompoknya, baik untuk menaikkan elektabilitas calon presiden (capres), calon wakil presiden (cawapres) calon anggota legislatif (caleg) maupun elektabilitas partai politik (parpol) masing-masing.

“Hal itu, mengakibatkan opini masyarakat terbentuk hanya berlandaskan pertimbangan subjektif dengan mengesampingkan objektivitas, karena minimnya data dan fakta yang menyertai informasi tersebut,” ujar Julia menambahkan.

Dampaknya, kata Julia, masyarakat yang tidak kritis akan menyerap informasi yang diterimanya bulat-bulat. Bahkan, akibat minimnya pemahaman atas informasi yang diterima, kemudian meneruskan kembali informasi yang pada dasarnya subjektif tersebut.

“Disinilah peran #MasJOKO untuk kembali meluruskan informasi-informasi subjektif yang terlanjur sudah tersebar di ruang publik,” katanya.

Sehingga, ujar Julia, masyarakat dapat menilai kinerja pemerintahan Jokowi-JK secara objektif, sekaligus meningkatkan pola pikir kritis pada seluruh lapisan masyarakat.

Adapun langkah yang akan dilakukan #MasJOKO untuk meningkatkan pola pikir kritis pada masyarakat, dengan secara berkala menggelar ‘diskusi publik’ berbasis data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Diskusi akan menghadirkan nara sumber dari pihak pemerintah, kelompok masyarakat serta institusi non pemerintah terkait topik diskusi yang dibahas. (Gan)