Masyarakat Diimbau Bangun Ketahanan Pangan Nasional

0

JAKARTA (Suara Karya): Masyarakat diimbau harus terus berupaya membangun ketahanan pangan nasional, terutama melalui pembangunan sektor pertanian dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Demikian dikatakan Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo di Jakarta, Minggu (18/10/2020).

Menurut Pontjo, Ilmu pengetahuan dan teknologi telah menyebabkan terjadinya pergeseran paradigma perekonomian dunia. Dimana yang semula berbasiskan pada sumber daya (Resource Based Economy) menjadi perekonomian yang berbasiskan pengetahuan (Knowledge Based Economy).

“Pengetahuan dan teknologi menjadi faktor yang memberikan kontribusi signifikan dalam pertumbuhan dan kemandirian ekonomi. Kekuatan suatu bangsa diukur dari kemampuan Iptek sebagai faktor primer ekonomi menggantikan modal, lahan dan energi untuk peningkatan daya saing,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada beberapa titik lemah Indonesia yang harus menjadi perhatian bersama, antara lain:

1. Sumber daya manusia.

Dengan kualitas SDM yang baik dan memiliki kapabilitas ilmu pengetahun dan teknologi yang tinggi, maka creating value dan produktivitas perekonomian suatu bangsa akan terus meningkat.

2. Sistem inovasi nasional.

Penguatan sistem inovasi nasional sangat diperlukan demi menguatnya kelembagaan iptek, sumberdaya iptek, dan jaringan iptek.

3. Rekayasa sosial (social engineering)

Untuk merubah sikap masyarakat yang berperilaku sesuai dengan pembangunan ekonomi pengetahuan, sehingga terjadi perubahan sosial sesuai dengan kebutuhan (planned social change). (Pramuji)